Harga Minyak Stabil Didukung Meredanya Ketegangan Perdagangan

Harga Minyak Stabil Didukung Meredanya Ketegangan Perdagangan
Ilustrasi minyak dunia. ( Foto: vungtauoil.com )
/ WBP Rabu, 21 Agustus 2019 | 08:58 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak relatif stabil pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (21/8/2019), di tengah optimisme ketegangan perdagangan AS-Tiongkok akan mereda. Investor juga berharap ekonomi-ekonomi utama dunia akan mengambil langkah stimulus untuk menangkal perlambatan ekonomi.

Minyak mentah berjangka Brent untuk penyerahan September, patokan internasional naik 29 sen atau 0,5 persen menjadi US$ 60,03 per barel di London ICE Futures Exchange. Sementara minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, naik 13 sen menjadi US$ 56,34 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah AS berbalik melemah pasca-penyelesaian setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS tidak siap membuat kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok. Amerika Serikat mengatakan akan memperpanjang penangguhan hukuman yang mengizinkan Huawei Technologies, Tiongkok untuk membeli komponen dari perusahaan AS. Hal ini menandakan konflik perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia sedikit melunak.

Kekhawatiran tingkat permintaan minyak terus membebani harga minyak mentah. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global pada tahun ini sebesar 40.000 barel per hari (bph) menjadi 1,10 juta barel per hari dan mengindikasikan pasar akan mengalami sedikit surplus pada 2020.

Suku bunga referensi pinjaman baru Tiongkok ditetapkan sedikit lebih rendah pada Selasa (20/8/2019) setelah bank sentral mengumumkan reformasi suku bunga yang dirancang untuk mengurangi biaya pinjaman perusahaan.

Sementara di pemerintah koalisi Jerman mengatakan siap mengabaikan aturan anggaran berimbang dan mengambil utang baru untuk menghadapi kemungkinan resesi.



Sumber: Xinhua, Antara