Gelar Pameran, KPMI Harap Potensi Industri Syariah Tergarap Optimal

Gelar Pameran, KPMI Harap Potensi Industri Syariah Tergarap Optimal
Suasana Technical Meeting Muslim Lifestyle Festival yang akan digelar di JCC pada tanggal 30 Agustus - 1 September 2019. (Foto: BeritaSatu Foto / Istimewa)
Mashud Toarik / MT Rabu, 21 Agustus 2019 | 11:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki potensi besar terhadap perkembangan industri halal dan syariah. Sayangnya potensi itu belum tergarap optimal.

Mengacu pada data Global Islamic Economy Report tahun 2018 dan 2018, Indonesia tercatat hanya menempati peringkat 10 dari 15 negara dalam bidang ekonomi syariah. Perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia juga tertinggal dari negara mayoritas nonmuslim seperti Thailand dan Australia.

Salah satu kendala lambatnya perkembangan ekonomi syariah ditengarai karena minimnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap industri halal serta gaya hidup halal.

Kondisi itu menjadi perhatian sejumlah lembaga yakni, Lima Event, Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Indonesia (PULDAPII) dan Yayasan Alumni Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran (YAPIAT).

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap industri halal sekaligus memacu gaya hidup halal, empat lembaga tersebut menggelar pameran industri dan gaya hidup halal bertajuk Muslim Lifestyle Festival (Muslim Life Fest) 2019 di Jakarta Convention Centre pada 30 Agustus 2019 hingga 1 September 2019.

Ketua KPMI, Rachmat Surtanas Marpaung mengatakan, pameran ini akan menampilkan produk-produk halal dari 8 sektor yaitu sekolah berbasis islam, modest fashion, halal food, halal travel, sharia property, halal cosmetic, halal media dan startup berbasis syariah.

Acara ini sekaligus juga sebagai wahana edukasi dan sosialisasi umat Islam mengenali kembali esensi konsep halal yang sepenuhnya dapat diaplikasikan dalam segala sendi kehidupan. Karena menurutnya ekonomi halal telah diakui dunia dapat menggerakan perekonomian secara signifikan.

“Pameran ini merupakan salah satu bentuk kontribusi pengusaha muslim terhadap Indonesia yang sedang mempersiapkan sebagai tuan rumah ekonomi dan keuangan syariah tahun 2024. KPMI berupaya merespon semua insiatif sekaligus mengkaji kasus-kasus muamalah kontemporer, seperti fintech syariah, properti syariah, kebab syariah, dan koperasi syariah. Belum lagi soal produk keuangan kontemporer seperti gopay, OVO, e-money bagaimana tinjauan syariahnya sehingga umat tidak bingung,”” jelas Rachmat yang dikutip dari keterangan tertulisnya kepada Beritasatu.com, Rabu (21/8/2019).

Selain itu menurutnya acara ini merupakan upaya komunitas yang beranggotakan 4.200 pengusaha ini dalam menumbuhkan semangat entrepreneurship bagi masyarakat.

Dalam pameran ini, disuguhkan juga serangkaian seminar dan workshop bisnis antara lain pelatihan ekspor, digital marketing, konseling bisnis tentang pengurusan legalitas usaha, sertifikat halal, HAKI, ISO dan sebagainya. Selain itu, pameran ini diharapkan dapat memberikan peluang dan kesempatan yang luas bagi pengusaha yang ingin berkembang lewat forum bisnis, investor forum dan business matching dengan internasional buyers. Bagi para startup, bisa memanfaatkan kesempatan mengikuti ajang kompetisi social entrepreneurship.

Sementara untuk kalangan muslimah, disuguhkan kegiatan hijabbers gathering yang akan mengupas tuntas soal karya dan kreativitas muslimah dalam menghidupkan gaya hidup halal. Mengingat bisnis busana muslim memiliki prospek yang sangat cerah.

Sejumlah perusahaan juga membuka kesempatan “Job Fair” bagi pencari kerja yang ingin menimba karir. Sedangkan LPPOM MUI mengadakan Olimpiade Halal yang rencananya akan diikuti oleh 2.000 siswa SMA/sederajat se-Jakarta.

Bagi para orang tua yang ingin mengenal lebih dalam tentang pendidikan Islam yang berorientasi global, PULDAPIA menghadirkan Islamic Education Fair yang menampilkan lebih dari 50 sekolah berbasis Islam. Pameran ini diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dalam pendidikan tinggi Islam yang kini berkembang dinamis untuk menjawab kebutuhan lapangan kerja yang lebih meluas lagi.

Untuk makanan dan minuman, ada Pusat Jajajanan Halal. Yang unik di sini, pengunjung akan diperkenalkan profesi khusus untuk peracik makanan halal yang ternyata juga telah mendapatkan sertifikasi kompetensi food handler. Seluruh tenant yang terlibat di Pesta Jajanan Halal produknya telah memiliki sertifikasi Halal MUI atau sedang dalam proses finalisasi pengurusannya.

“Pameran ini menggabungkan konsep B to C dan B to B yang konfrehensif langsung menyentuh segala aspek kehidupan muslim. Kami berharap insya Allah Indonesia Muslim Lifefest dapat menjadi ajang berbagai lini bisnis syariah berkumpul untuk bersama memajukan industry syariah Indonesia dan bisa menjadi trend setter pameran industri halal di Indonesia,” ungkap Direktur Lima Armada Utama, Lia Indrasari.



Sumber: Majalah Investor