Harga Minyak Bervariasi karena Penurunan Stok AS dan Tensi Iran-Barat

Harga Minyak Bervariasi karena Penurunan Stok AS dan Tensi Iran-Barat
Ilustrasi produksi minyak ( Foto: Istimewa )
/ WBP Kamis, 22 Agustus 2019 | 09:37 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak dunia bervariasi pada penutupan perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (22/8/2019), karena investor mencerna penurunan tajam persediaan minyak mentah AS pekan lalu dan memantau ketegangan geopolitik antara Iran dan Barat.

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober, turun US$ 0,45 menjadi US$ 55,68 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober, naik US$ 0,27 menjadi US$ 60,30 per barel pada London ICE Futures Exchange.

Untuk pekan yang berakhir 16 Agustus, persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat turun 2,7 juta barel menjadi 437,8 juta barel, persediaan minyak mentah AS sekitar dua persen di atas rata-rata lima tahun untuk tahun ini. Demikian data Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Rabu (21/8/2019).

Kepala kabinet PBB Maria Luiza Viotti menyerukan dialog untuk menghindari konfrontasi besar di Timur Tengah pada pertemuan Dewan Keamanan Selasa (20/8/2019).

"Serangkaian insiden di Selat Hormuz dan jalur pelayaran yang berdekatan telah meningkatkan ketegangan ke arah berbahaya," katanya.

Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin (19/8/2019) memperingatkan terhadap segala upaya yang dilakukan Amerika Serikat untuk merebut kapal tanker minyak Iran yang dilepas pada 15 Agustus atas perintah Mahkamah Agung Gibraltar setelah 42 hari ditahan.

Kapal tanker minyak itu ditahan pada Juli di lepas pantai Wilayah Luar Negeri Inggris Gibraltar oleh Marinir Kerajaan karena dicurigai membawa minyak ke Suriah. Namun tuduhan itu dibantah pemerintah Iran.



Sumber: Xinhua, Antara