Darmin Sebut Bunga Kredit Bank Semestinya Turun

Darmin Sebut Bunga Kredit Bank Semestinya Turun
Darmin Nasution. ( Foto: Antara )
/ WBP Jumat, 23 Agustus 2019 | 15:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan suku bunga kredit perbankan seharusnya lebih cepat menurun setelah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate hingga 0,5 persen menjadi 5,5 persen dalam dua bulan terakhir.

"Karena suku bunga kebijakan yang turun, seharusnya arah yang lain juga menurun," kata Darmin Nasution di Kantor Kemko Perekonomian, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Menurut Darmin, sebenarnya dua regulator, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa menerapkan langkah lanjutan untuk memastikan transmisi suku bunga kebijakan dapat bergerak lebih cepat ke suku bunga perbankan. Namun dia memastikan pemerintah juga tidak akan tinggal diam. Pemerintah akan turut mengevaluasi pergerakkan suku bunga perbankan setelah stimulus dari kebijakan suku bunga. "Regulator itu ada di BI dan OJK. Tetapi pemerintah juga tentu punya peran. Pemerintah memiliki dana banyak (di pasar keuangan). Ekonomi itu saling terkait," ujar Darmin Nasution.

Dampak lain pelonggaran suku bunga itu, ujar Darmin, adalah peningkatan investasi untuk sektor riil dan portofolio di pasar keuangan.

Mantan Gubernur BI itu tidak khawatir penurunan suku bunga acuan akan membuat imbal hasil instrumen keuangan domestik tidak menarik dibanding negara-negara lain. Pasalnya, negara-negara maju dan negara sepadan (peers) juga sedang menerapkan rezim penurunan suku bunga.

Dengan begitu, dia masih optimistis dengan potensi arus modal asing masuk yang akan digunakan untuk menambal pembiayaan defisit transaksi berjalan. "Jadi jangan langsung melihatnya oh bagaimana dampak ke capital inflow (arus modal masuk). Karena negara lain juga sedang mengarah (suku bunga) turun," ujar Darmin Nasution.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan pemerintah akan mensinkronkan kebijakan fiskal dengan pelonggaran kebijakan moneter yang sudah dilakukan Bank Sentral. Dia menyambut baik langkah pelonggaran suku bunga acuan itu sebagai stimulus untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi. Adapun di kuartal II-2019, pertumbuhan ekonomi baru mencapai 5,05 persen secara tahunan (yoy). "Jadi policy (kebijakan) yang sudah dilakukan oleh Bank Indonesia akan kita sinkronkan dengan pemerintah, baik fiskal ke depan maupun yang sekarang," ujar Ani, sapaan akrab Sri Mulyani.



Sumber: ANTARA