OVO dan BAZNAS Kembangkan Kampung Tanggap Bencana di Banten

OVO dan BAZNAS Kembangkan Kampung Tanggap Bencana di Banten
Ovo melalui Head of PR OVO, Sinta Setyaningsih (kedua dari kiri) menyerahkan bantuan sebesar Rp 500 juta untuk Kampung Tanggap Bencana (KTB) di tiga titik di Provinsi Banten kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Jakarta, Jumat (23/8/2019). ( Foto: beritasatu.com / Edi Hardum )
Siprianus Edi Hardum / EHD Jumat, 23 Agustus 2019 | 18:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengembangkan Kampung Tanggap Bencana (KTB) di tiga titik di Provinsi Banten yang terdampak Tsunami Selat Sunda, Desember tahun lalu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Pendistribusian BAZNAS, Ahmad Fikri, dalam acara konferensi pers di Jakarta, Jumat (23/8/2019). Tampil sebagai narasumber lain dalam acara itu adalah Kepala BAZNAS Tanggap Bencana, Dian Aditya Mandana Putri, Kepala Bagian Penghimpunan Digital BAZNAS, Hafiza Elvira Nofitariani dan Head of PR OVO, Sinta Setyaningsih.

Dikatakan, Kampung Tanggap Bencana (KTB) dibentuk di Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping; Desa Ciladeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak; Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang. Dengan dibentuknya KTB di tiga titik ini, kini BAZNAS memiliki 16 KTB di Indonesia, antara lain di Provinsi Riau, Sulawesi Tengah, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Bali, NTB, hingga Papua.

Ahmad Fikri mengatakan, KTB dibentuk untuk mewujudkan kampung yang memiliki kemampuan mandiri dalam beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan, jika terkena bencana. “KTB dibentuk untuk mewujudkan masyarakat yang mampu mengantisipasi dan meminimalisasi kekuatan yang merusak, melalui adaptasi,” katanya.

Masyarakat juga mampu mengelola dan menjaga struktur dan fungsi dasar tertentu ketika terjadi bencana. “Apabila terkena dampak bencana, mereka akan dengan cepat bisa membangun kehidupannya menjadi normal kembali atau paling tidak dapat dengan cepat memulihkan diri secara mandiri,” lanjutnya.

Program KTB ini mendapatkan dukungan dari platform pembayaran digital, OVO. Sinta Setyaningsih mengatakan, OVO sebagai platform pembayaran digital terdepan di Indonesia, sangat peduli akan kesejahteraan masyarakat Indonesia, terutama yang berada di daerah rawan bencana.

Dalam program ini, OVO bersama dengan para pengguna berhasil mengumpulkan Rp500 juta yang dimanfaatkan dalam program pencegahan bencana oleh masyarakat di Banten.

Pembentukan KTB diperuntukkan kepada masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah yang memiliki ancaman yang besar terhadap tsunami. Unsur yang dilibatkan antara lain pemerintah desa, pengurus RT/RW, organisasi masyarakat di desa, forum penanggulangan resiko bencana (PRB), lembaga usaha di desa, tokoh masyarakat dan kelompok rentan.

Dian Aditya mengatakan, Tim BAZNAS tanggap bencana dari BAZNAS Pusat dan BAZNAS Provinsi Banten akan secara aktif mendampingi masyarakat di KTB hingga dapat mandiri dalam program mitigasi ini.

“KTB nantinya akan memiliki kelompok kerja tanggap darurat, kemudian membagi tugas tanggap darurat serta, menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul sementara. Beberapa KTB yang telah dibentuk sebelumnya bahkan telah memeiliki tabungan sosial dan melakukan simulasi bencana secara rutin,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com