Bandara Kelolaan AP II Dukung Pengembangan Ibu Kota Baru

Bandara Kelolaan AP II Dukung Pengembangan Ibu Kota Baru
Presiden Jokowi (tengah) saat meresmikan terminal baru Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya di Palangkaraya Kalimantan Tengah, Senin 8 April 2019. ( Foto: Antara / Agus Salim )
Thresa Sandra Desfika / FER Senin, 26 Agustus 2019 | 18:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II, Muhammad Awaluddin, menjelaskan, bandara-bandara kelolaan AP II, khususnya di Kalimantan siap mendukung operasional dan pengembangan ibu kota baru, serta memperkuat konektivitas udara di pulau tersebut.

Saat ini, AP II mengelola dua bandara di Kalimantan, yaitu Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya (Kalimantan Tengah) dan Bandara Supadio di Pontianak (Kalimantan Barat).

"Bandara Tjilik Riwut dan Supadio siap mendukung ibu kota Indonesia yang baru di Kaltim. Selain membangun infrastruktur guna mendukung operasional bandara, AP II juga mengembangkan bandara dengan konsep multi airport system," ungkap Awaluddin dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/8/2019).

Konsep multi airport system, lanjut Muhammad Awaluddin, secara umum akan membuat operasional bandara saling mendukung satu sama lain sehingga penerbangan dapat optimal dalam mendukung pertumbuhan perekonomian suatu wilayah.

Pengembangan bandara berkonsep multi airport system saat ini diimplementasikan di Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), dan Bandara Kertajati (Majalengka).

Adapun terkait dengan pengembangan infrastruktur, di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, AP II menyiapkan investasi Rp 480 miliar untuk pembangunan terminal baru seluas 20.553 meter persegi (m2) dan perpanjangan runway dari 2.600 meter menjadi 3.000 meter.

Saat ini, Bandara Tjilik Riwut beroperasi dengan terminal baru seluas 29.124 m2 dan dapat menampung hingga 2.200 orang per hari.

Sementara itu, untuk Bandara Supadio di Pontianak (Kalbar), AP II saat ini tengah memperpanjang runway menjadi 2.600 x 45 meter. Proyek tersebut sudah dimulai tahun ini dan ditargetkan tuntas dalam 1,5 tahun ke depan.

Perpanjangan runway bertujuan agar Supadio dapat melayani penerbangan pesawat berbadan lebar atau widebody seperti Airbus A330. Seiring dengan itu, maka nantinya Bandara Internasional Supadio dapat melayani penerbangan langsung untuk ibadah haji dan umrah.

"Pengembangan Bandara Tjilik Riwut dan Supadio, ditambah dengan implementasi konsep multi airport system yang menyeleraskan rute penerbangan, akan sangat membantu pengembangan ibu kota yang baru di Kalimantan. Tentunya, AP II akan mengupayakan lebih banyak lagi penerbangan dari dan ke Kalimantan baik itu rute domestik maupun rute internasional,” jelas Muhammad Awaluddin.



Sumber: BeritaSatu.com