BPOM Dorong Obat Tradisional Tembus Pasar Global

BPOM Dorong Obat Tradisional Tembus Pasar Global
Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito ( Foto: Beritasatu / Monica Dina Putri )
Eva Fitriani / HK Senin, 26 Agustus 2019 | 22:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus mendorong percepatan pengembangan obat tradisional Indonesia agar semakin dikenal dan diterima di pasar global.

Untuk itu, BPOM selaku koordinator nasional pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu dan Fitofarmaka juga terus berupaya mewujudkan kebijakan hilirisasi dalam mendukung akses dan ketersediaan obat nasional serta meningkatkan nilai ekonomi Indonesia.

“Melalui Satgas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu dan Fitofarmaka ini, diharapkan terbangun sinergi nasional yang mendorong percepatan penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi obat tradisional, sehingga hasil penelitian dapat dihilirisasi/dikomersialisasi menjadi produk obat herbal berkualitas,” kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu.

Penny menerangkan, Indonesia memiliki potensi keanekaragaman hayati terbesar di dunia, termnasuk sekitar 30 ribu jenis tanaman dan hewan yang berpotensi untuk dijadikan obat. Potensi inilah yang ingin dikembangkan melalui berbagai penelitian, dengan harapan dapat dihilirisasi untuk dapat memenuhi permintaan akan obat tradisional dan suplemen kesehatan dari bahan alam yang semakin meningkat.

Pada 2019, kata Penny, BPOM telah menyusun kegiatan strategis untuk melestarikan obat tradisional atau yang dikenal sebagai jamu sebagai Budaya Asli Indonesia, diantaranya melalui penyelenggaraan International Seminar and Expo Jamu dan Fitofarmaka.

“Seminar ini akan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dengan narasumber dari pengguna dan peneliti jamu, serta pelaku usaha jamu yang sudah merambah pasar internasional. Seminar juga akan dirangkaikan dengan Expo Jamu dan Fitofarmaka yang akan diikuti oleh pelaku usaha dalam dan luar negeri,” jelas dia.

Selain itu, setelah bulan Juli kemarin Kepala BPOM beserta jajaran hadir pada The 27th Annual Meeting of International Congress on Nutrition and Integrative Medicine (ICNIM) di Sapporo, Jepang, yang dihadiri lebih dari 25 negara. Kehadiran BPOM adalah dalam rangka mendukung riset dan inovasi serta membangun jejaring riset dan produksi obat herbal berkualitas.

Penny mengatakan, pada minggu terakhir Agustus 2019 ini, pihaknya juga akan bertolak ke Tiongkok untuk menghadiri The 2nd China (Gansu) Traditional Chinese Medicine Industry Expo 2019, forum atau pameran yang membahas tentang obat-obatan tradisional khususnya yang berasal dari Tiongkok. Penyelenggaraan Gansu TCM Expo didasari oleh semangat proyek One Belt One Road (OBOR), yang bertujuan membuka keran konektivitas dagang antar-negara di Eropa dan Asia melalui jalur sutra maritim.



Sumber: Investor Daily