Agri Expo Mesir 2019

Kopi dan Kakao Indonesia Primadona di Mesir

Kopi dan Kakao Indonesia Primadona di Mesir
Amran Sulaiman. ( Foto: Antara )
Rully Satriadi / RSAT Selasa, 27 Agustus 2019 | 11:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kopi dan kakao Indonesia menjadi salah satu incaran atau primadona di Mesir. Untuk itu pihaknya akan mengikutkan dua komoditas itu dalam kegiatan Agri Expo Mesir tahun 2019 yang akan berlangsung 8 - 10 September 2019 di Kairo, Mesir.

“Agri Expo Mesir 2019 yang diinisiasi KBRI Kairo ini dilatarbelakangi oleh semakin diminatinya komoditas perkebunan produk kakao di pasar Afrika, terutama Mesir,” ujar Amran Sulaiman dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Selasa (27/8/2019).

Amran Sulaiman mengatakan, Indonesia sampai saat ini belum memiliki kerja sama FTA dengan Mesir. Hal ini berpengaruh terhadap pasar produk kakao Indonesia di Mesir yang hanya berkontribusi sebesar 13% dari seluruh volume impor kakao Mesir. Sedangkan untuk komoditas yang sama, kakao Malaysia berkontribusi sebesar 35,6% di pasar Mesir.

“Meskipun demikian pasar kopi Indonesia di Mesir saat ini sangat tinggi yakni mencapai 70%,” ujar Amran Sulaiman.

Dijelaskan berdasarkan Data Ditjen. Perkebunan tahun 2018 menunjukkan bahwa ekspor komoditas perkebunan ke Mesir sebesar 990,4 ribu ton dengan nilai ekspor US$ 673,7 juta. Khusus untuk cocoa powder yang banyak diminati Mesir, ekspor tahun 2018 sebesar 2.345 ton dengan nilai ekspor mencapai US$ 3,74 juta. Sedangkan produk olahan kakao lainnya seperti cocoa butter dan cocoa pasta sebesar 1.240 ton dengan nilai ekspor mencapai US$ 4,84 juta. Sementara untuk ekspor kopi Indonesia ke Mesir sebesar 29,3 ribu ton dengan nilai ekspor mencapai US$ 56,96 juta.

Lebih lanjut Ameran Sulaiman mengatakan, berdasarkan pertemuan Dubes RI untuk Mesir bersama perwakilan dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan pada 2 Juli 2019, beberapa kegiatan yang akan difasilitasi antara lain kegiatan expo pameran untuk produk unggulan perkebunan seperti kakao, kopi dan kelapa sawit, dan kegiatan "Bussiness Matching" dengan memfasilitasi pertemuan antara mitra petani dengan para pelaku usaha di Mesir.

Disebutkan sebelumnya sudah dilaksanakan Expo Cairo untuk pameran produk kopi Indonesia yang mencapai  US$ 80 juta.

Ditambahkan, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan yang secara tupoksi memfasilitasi dan melakukan pembinaan pada aspek pemasaran telah melakukan koordinasi dengan asosiasi pengusaha komoditas untuk ikut dalam pelaksanaan Agri Expo Mesir tersebut.

“Diharapkan melalui kegiatan expo ini, komoditas perkebunan dapat melakukan perluasan akses pasar dalam arti meningkatkan volume ekspor khususnya ke Mesir, dan pasar Afrika dan Timur Tengah pada umumnya,” pungkas Amran Sulaiman.



Sumber: BeritaSatu.com