Kepala BPOM Ajak Masyarakat Bersinergi Wujudkan Keamanan Pangan

Kepala BPOM Ajak Masyarakat Bersinergi Wujudkan Keamanan Pangan
Kepala BPOM Penny Lukito berjabat tangan dengan Ketua Umum DPP Aprindo Roy N Mandey seusai penandatangan Kesepakatan Bersama antara BPOM dan Aprindo, di Depok (28/8/2019). ( Foto: Istimewa )
Rully Satriadi / RSAT Rabu, 28 Agustus 2019 | 11:19 WIB

Depok, Beritasatu.com - Kepala Badan Pengawasan obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengajak masyarakat, perguruan tinggi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan semua instansi terkait untuk bersinergi dalam mewujudkan keamanan pangan bagi masyarakat.

“Mari kita bersama-sama bersinergi dalam mewujudkan keamanan pangan untuk mewujudkan konsumsi pangan yang aman bagi masyarakat.” ajak Penny Lukito seusai penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kepala BPOM dan Ketua Umum DPP Aprindo Roy N Mandey, di Depok (28/8/2019). Selain itu juga dilakukan penyerahan Nomor Izin Edar (NIE) oleh Kepala Badan POM kepada UMKM.

Hadir dalam acara ini perwakilan kementerian/lembaga, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), dan UMKM binaan dari kementerian/lembaga.

Penny Lukito mengatakan, Kesepakatan Bersama ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi mewujudkan pelaksanaan kerja sama, penguatan pengawasan obat dan makanan melalui dukungan ritel modern di Indonesia, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Salah satu penerapan kesepakan kerja sama ini adalah peluncuran Program Keterbukaan Informasi Edukasi "AyoKLIK" di gerai ritel modern anggota Aprindo yang akan dilaksanakan Sabtu 7 September 2019 di Jakarta.

Sementara itu dalam Talkshow dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Keamanan Pangan bagi UMKM Pangan, Penny Lukito mengatakan industri pangan menjadi salah satu kontributor terbesar ekspor nasional dengan capaian kinerja yang positif.

Tak hanya ekspor, industri pangan juga berperan dalam peningkatan produktivitas, investasi, hingga penyerapan tenaga kerja, tak terkecuali UMKM pangan.

“UMKM pangan merupakan salah satu kekuatan pendorong pembangunan ekonomi negara yang memiliki peran strategis dalam ekonomi nasional dan ekonomi rakyat, penyediaan dan perluasan lapangan kerja dan lentur terhadap krisis,” ujar Penny Lukito.

Jadi Fokus Pemerintah
Penny Lukito menjelaskan, pemberdayaan dan peningkatan daya saing UMKM menjadi fokus pemerintah saat ini. Pada tahun 2018 lalu, BPOM bersama tujuh kementerian/lembaga meluncurkan program terpadu “Pengembangan UMKM Obat Tradisional, Kosmetik, dan Pangan Berdaya Saing” sebagai bentuk sinergisme antar lintas sektor dalam pemberdayaan UMKM sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing.

“BPOM sendiri gencar melakukan pembinaan pelaku usaha pangan dengan melakukan pendampingan intensif dan sosialisasi keamanan pangan sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan UMKM,” tegas Penny Lukito.

Menurutnya, saat ini BPOM telah melakukan pembinaan terhadap 53.907 UMKM pangan secara nasional. BPOM juga melakukan Pemberdayaan Fasilitator Keamanan Pangan melalui pembentukan fasilitator/kader desa untuk pembinaan komunitas desa dan UMKM sebanyak 7.690 orang (tahun 2014-2018), Fasilitator UMKM sebanyak 1.255 orang (tahun 2013-2018), Fasilitator Pasar Aman dari Bahan Berbahaya sebanyak 618 orang (tahun 2015-2018), dan Fasilitator Keamanan PJAS sebanyak 11.997 orang (tahun 2014-2018).

Disebutkan pembinaan UMKM memerlukan komitmen pemerintah pusat dan daerah, serta peran akademisi terutama untuk wirausaha baru (start-up) sehingga dapat bersaing di era revolusi industri 4.0 saat ini.

Penny Lukito menegaskan Badan POM memberikan dukungan penuh dan fasilitasi terhadap UMKM termasuk UMKM daerah. “Untuk itu Badan POM telah melakukan deregulasi dan debirokratisasi persyaratan termasuk pemotongan biaya pendaftaran pangan olahan sebesar 50% dari tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP),” pungkasnya.

 



Sumber: BeritaSatu.com