4 Menteri Jajal Motor Listrik di Monas

4 Menteri Jajal Motor Listrik di Monas
Kementerian Perhubungan (Kemhub) menggelar acara konvoi kendaraan bermotor listrik dalam rangkaian kegiatan pameran kendaraan listrik yang digelar di kawasan Monas, Jakarta. ( Foto: Beritasatu.com/Herman )
/ WBP Sabtu, 31 Agustus 2019 | 16:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir Sabtu (31/8/2019) menjajal motor listrik di kawasan Silang Monas, Jakarta dalam pameran bertajuk “Kendaraan Listrik sebagai Solusi Pengurangan Polusi Udara dan Penggunaan BBM Jenis Kendaraan Listrik”.

Sejak terbitnya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, seluruh pemangku kepentingan didorong untuk segera mewujudkan apa yang termaktub dalam aturan tersebut.

Bahkan, sejumlah kemudahan pun ditawarkan bagi mereka yang menggunakan kendaraan listrik, di antaranya bebas dari ganjil genap dan biaya parkir.

“Bisa saja mobil listrik tidak kena biaya parkir, bahkan kalau di kota di negara lain ada jalur khusus mobil listrik,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiadi.

Sejumlah perlakuan khusus itu tentunya merupakan kewenangan pemerintah daerah, untuk itu Dirjen Perhubungan Darat mengupayakan dengan mengirim surat kepada pemda untuk mempertimbangkan usulan tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, ia juga merancang dalam program beli jasa atau buy the service, yakni pengadaan bus kerja sama dengan swasta di lima kota besar untuk dimulai dengan bus listrik pada 2021.

Artinya, Kemhub harus merogoh kantong anggaran yang lebih dalam lagi karena investasi pengadaan bus listrik harganya dua kali lipat, yakni Rp 4 miliar per unit dari harga bus berbahan bakar fosil senilai Rp 2 miliar per unit.

Kendaraan listrik juga disebut-sebut akan mengisi calon jalan-jalan protokol ibu kota baru di Kalimantan Timur sebagai angkutan massal.

“Di ibu kota baru nanti, kami akan siapkan konektivitas transportasi yang terintegrasi antarmodanya melalui angkutan massal dan berkonsep ramah lingkungan atau minim emisi,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.



Sumber: ANTARA