Peertamina Gandeng Telkomsel Digitalisasi Mobil Tangki

Peertamina Gandeng Telkomsel Digitalisasi Mobil Tangki
PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta telah menyiapkan 438 mobil tangki untuk mengatasi lonjakan permintaan BBM selama libur panjang Natal dan tahun baru. ( Foto: Beritasatu tv )
Rangga Prakoso / Herman / MPA Senin, 2 September 2019 | 19:12 WIB


Jakarta, Beritasatu.com - PT Pertamina Patra Niaga terus menyempurnakan program digitalisasi mobil tangki yang diberi label SmartMT. Platform digital yang telah diujicobakan Pertamina Patra Niaga sejak Maret 2019 berupaya memastikan mobil tangki dan awak mobil tangki (AMT) berada dalam kondisi prima sebelum mendistribusikan produk-produk migas yang saat ini dikelola maupun produk non migas yang berpotensi untuk memanfaatkan platform ini.

Ada sekitar 17 modul fitur yang ada dalam SmartMT yang salah satunya adalah utilisasi GPS untuk driver behavior dan brakes thermal sensor sebagai upaya minimalisasi risiko terjadinya insiden di jalan raya yang melibatkan mobil tangki.

Untuk menyempurnakan SmartMT dalam meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasiomal terhadap lebih dari 1.800 mobil tangki, Pertamina Patra Niaga melakukan penjajakan kerja sama dengan PT Telkomsel. Penanandatangan MoU yang meliputi inventarisasi maupun studi kelayakan potensi kerja sama atas implementasi SmartMT, dilaksanakan, Senin (2/9/2019).

Telkomsel sendiri memiliki tambahan fitur FleetSight untuk melengkapi salah satu modul smartMT yaitu utilisasi GPS untuk driver behavior.
"Selanjutnya dapat dilakukan peningkatan fitur fleetsight yang ada di dalam Telkomsel Fleetsight untuk pengembangan SmartMT," kata Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Nina Sulistyowati dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Nina menambahkan di era Industri 4.0 seperti sekarang ini, perusahaan memang dituntut mengadopsi inovasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan. “Tujuannya agar memudahkan manajemen PT Pertamina Patra Niaga dalam meningkatkan keselamatan pengendara, keselamatan kendaraan, melakukan monitor kendaraan, meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional dan juga akurasi jumlah produk yang dikirimkan," ujarnya.

Hal itu dimungkinkan karena fitur-fitur yang sudah dikembangkan dalam SmartMT akan diintegrasikan dengan FleetSight yang merupakan solusi Internet of Things (IoT) terkini lewat penyematan perangkat telematika berbasis satelit.

PT Pertamina Patra Niaga dan PT Telkomsel akan melakukan inkubasi dan assessment terhadap aspek teknis, teknologi, dan risiko bisnis terkait penambahan fitur tersebut. Dijadwalkan, implementasinya akan berlangsung pada Semester II 2020.

“Terima kasih kepada Telkomsel atas dukungan kesepahaman untuk bersama-sama memberikan solusi digitalisasi armada PT Pertamina Patra Niaga yang dihadirkan dengan cakupan jaringan yang luas. Kami berharap sinergi kerjasama ini tidak hanya berkontribusi positif terhadap operasional Pertamina, namun juga berdampak positif bagi akselerasi efisiensi distribusi agar persediaan BBM dapat menjangkau seluruh masyarakat Indonesia hingga ke pelosok Tanah Air," tambah Nina.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini mengatakan, Dalam pengoperasiannya, Telkomsel Fleetsight mengandalkan jaringan Telkomsel yang didukung layanan pelanggan 24 jam. Hingga saat ini telah tersedia lebih dari 204.000 BTS Telkomsel yang tersebar hingga ke wilayah perbatasan RI, dengan 82.000 BTS 3G dan 70.000 BTS 4G LTE. Jaringan 4G Telkomsel sendiri telah hadir di lebih dari 500 kota/kabupaten, yang 97% di antaranya sudah menjangkau kecamatan, sehingga 93% populasi Indonesia telah mendapat layanan jaringan 4G Telkomsel.



Sumber: BeritaSatu.com