Sektor Transportasi Butuh Jaminan Pembiayaan Memadai

Sektor Transportasi Butuh Jaminan Pembiayaan Memadai
Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto. ( Foto: Beritasatu )
Thresa Sandra Desfika / FER Selasa, 3 September 2019 | 16:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, sektor transportasi perlu mendapatkan jaminan penyediaan dana yang memadai untuk mewujudkan konektivitas yang andal, efisien, dan berdaya saing.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto, menyebutkan, peran transportasi sangat penting untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. Menurut dia, pengembangan sistem transportasi yang andal, efisien, dan berdaya saing akan serta merta menstimulus pembangunan ekonomi.

"Guna mewujudkan transportasi yang andal, efisien, dan berdaya saing, maka sektor transportasi perlu mendapat jaminan penyediaan dana yang memadai," ungkap Carmelita Hartoto di sela focus group discussion (FGD) Kadin Bidang Perhubungan di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Selain itu, lanjut Carmelita, penyelenggaraan transportasi di Tanah Air juga dihadapi tantangan lain. Salah satunya ialah belum terintegrasinya sistem transportasi nasional baik hal dalam pembangunan infrastruktur, penyediaan sarana, hingga pengoperasian moda transportasi.

"Tantangan lain adalah tidak harmonis kebijakan sektor transportasi dengan sektor lain. Misalnya, kebijakan industri mobil atau motor yang terus genjot produksi untuk pasar dalam negeri menjadi kontra produktif dengan kebijakan transportasi yang mengutamakan angkutan umum," imbuh Carmelita.

Sementara itu, Komite Tetap Kadin Perhubungan Bidang Perhubungan Laut, Nova Y Mugijanto, mengatakan, para pelaku usaha di sektor transportasi mengharapkan adanya skema pembiayaan yang serupa dengan skema pembiayaan infrastruktur yang memiliki tenor berjangka panjang dan suku bunga kompetitif.

Saat ini, menurut dia, skema pembiayaan bagi sektor transportasi nasional masih berjangka waktu pendek dengan beban bunga yang cukup tinggi. "Padahal jenis usaha di sektor transportasi merupakan sektor usaha yang padat modal dan padat karya dengan tingkat pengembalian investasi yang panjang," terang Nova.



Sumber: BeritaSatu.com