Semester I, Pertamina Bor 123 Sumur Eksplorasi dan Pengembangan

Semester I, Pertamina Bor 123 Sumur Eksplorasi dan Pengembangan
Pemboran sumur minyak BNG-BBE 01 di Desa Prantaan Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai dilakukan. ( Foto: Beritasatu TV )
Herman / MPA Selasa, 3 September 2019 | 19:36 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.Com - Untuk menjaga produksi minyak dan gas (migas) nasional sesuai dengan target yang telah ditetapkan, Pertamina terus melakukan eksplorasi dan pengembangan sumur migas di Indonesia.

Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan Samsu mengungkapkan, pada semester pertama 2019, Pertamina melalui dua anak usaha hulu telah berhasil melaksanakan pemboran 5 sumur eksplorasi dari 10 sumur eksplorasi yang dibor oleh seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Indonesia. Sedangkan untuk pengeboran sumur pengembangan, Pertamina telah menyelesaikan 118 sumur dari 158 sumur pengembangan yang dibor seluruh KKKS di Indonesia.

“Pengeboran sumur eksplorasi dan pengembangan yang dilakukan Pertamina mendominasi capaian pemboran di semester 1 tahun 2019. Pengeboran eksplorasi mencapai 50 persen dari realisasi nasional. Sementara untuk sumur pengembangan, Pertamina telah merealisasikan 74 persen dari total realisasi pemboran sumur oleh seluruh KKKS,” ungkap Dharmawan dalam keterangan resminya yang diterima Beritasatu.com, Selasa (3/9/2019).

Capaian target sumur eksplorasi dan pengembangan sumur ini juga didukung investasi Pertamina di sektor hulu yang cukup signifikan. Dharmawan menyampaikan, pada tahun 2019 ini nilai investasi Pertamina di sektor hulu mencapai US$ 2,6 miliar atau sekitar 60% dari keseluruhan investasi Pertamina pada Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2019 yang mencapai US$ 4,2 miliar. Investasi di sektor hulu ini bahkan diperkirakan meningkat hingga US$ 3 Miliar.

“Pertamina berkomitmen melakukan pengeboran secara masif di tahun 2019, di mana pengeboran dilakukan tiga hari sekali. Pengeboran ini terutama dilakukan di Blok Mahakam yang diharapkan bisa menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional,” ujar Dharmawan.



Sumber: BeritaSatu.com