PTPP Targetkan 2 Proyek di Lombok Tuntas Akhir Tahun

PTPP Targetkan 2 Proyek di Lombok Tuntas Akhir Tahun
Presiden Komisaris PT PP Andi Gani Nena Wea di sela kunjungannya ke dua proyek di NTB, Kamis (5/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. PTPP )
Thresa Sandra Desfika / FER Kamis, 5 September 2019 | 20:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT PP (Persero) Tbk menargetkan pembangunan Dermaga Gili Mas di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) tuntas pada akhir Oktober 2019. Selain itu, perseroan juga memproyeksikan pengerjaan proyek Gas Engine Combine Cycle (GECC) Power Plant (Peaker) 130-150 MW selesai pada Desember 2019.

Hal tersebut disampaikan Presiden Komisaris PT PP Andi Gani Nena Wea di sela kunjungannya ke 2 proyek PT PP itu di NTB pada Kamis (5/9/2019). PTPP dipercaya sebagai kontraktor pembangunan Dermaga Gili Mas yang merupakan infrastruktur kepelabuhanan yang dikelola PT Pelindo III.

"Proyek Dermaga Cruise Gili Mas dikerjakan sejak 20 Maret 2018. Saat ini progres pengerjaannya sudah 96,7 persen. Dermaga cruise akan siap beroperasi melayani kapal pesiar pertama pada awal November 2019 serta sudah direncanakan ada 8 kapal pesiar lainnya yang akan dilayani sampai akhir 2019," kata Andi Gani.

Pada pembangunan proyek ini, lanjut Andi Gani, tim sudah mengimplementasikan pemanfaatan building information modelling (BIM) yang membantu segala pelaksanaan di lapangan menjadi lebih cepat dan praktis.

"Kecepatan kerja yang sudah dicapai dengan sangat baik oleh tim proyek agar dapat diikuti dengan kualitas yang juga terbaik," terang Andi Gani.

Kunjungan kerja dilanjutkan ke proyek Gas Engine Combine Cycle (GECC) Power Plant (Peaker) 130-150 MW. Menurut Andi Gani, proyek kelistrikan milik PT PLN itu dikerjakan oleh konsorsium PP-Wartsila, di mana PT PP menjadi pemimpin konsorsium.

Proyek tersebut, ujar Andi Gani, bertujuan memperkuat sistem kelistrikan Pulau Lombok. Saat ini, proses pengerjaannya sudah mencapai 85 persen dan diharapkan rampung pada Desember 2019 sehingga sistem simple cycle telah dapat beroperasi sebesar 120 MW dan dapat mendukung ekonomi pariwisata Lombok.



Sumber: BeritaSatu.com