APJI Dorong Digitalisasi Industri Jasa Boga

APJI Dorong Digitalisasi Industri Jasa Boga
Konferensi pers Rakernas V APJII dan penyelenggaraan Festival Jajan Pasar serta Pameran Industri Jasa Boga, Jakarta, 6 September 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / FER Jumat, 6 September 2019 | 17:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI), Rahayu Setiowati, mendorong seluruh anggota APJI untuk segera melakukan digitalisasi dalam menyambut era industri 4.0. Tidak hanya untuk yang skala bisnisnya sudah besar, digitalisasi juga harus dilakukan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di usaha kuliner.

"Untuk menghadapi era industri 4.0, salah satu yang perlu dipersiapkan adalah transformasi digital. Hal ini juga merupakan salah satu misi dari APJI, yaitu bagaimana meningkatkan pengetahuan manajemen usaha yang terus menerus dikembangkan, dengan teknik dan metode yang mutakhir, sehingga mempunyai daya saing yang tinggi," kata Rahayu Setiowati, di Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Dari sekitar 20.000-an anggota APJI yang tersebar di 24 provinsi di Indonesia, Rahayu mengatakan, sekitar 60 persennya sudah melakukan transformasi digital. Yang paling sederhana seperti sudah bisa melayani metode pembayaran digital. Untuk 40 persen lainnya masih dalam proses, sebab kebanyakan dari mereka merupakan pelaku UMKM dengan skala bisnis yang masih kecil.

"Kami juga sudah mengagendakan untuk melakukan roadshow ke daerah-daerah, supaya anggota APJI yang lainnya juga bisa segera melakukan transformasi digital agar tidak ketinggalan," ujar Rahayu.

Berbarengan dengan acara Festival Jajan Pasar serta Pameran Industri Jasa Boga yang akan digelar pada 13 - 15 September 2019 di Bali, APJI juga mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V dengan mengangkat tema APJI goes for 4.0 Suistainability, Improved Quality for Prosperity. "Bagaimana APJI menuju era 4.0 akan menjadi fokus bahasan selama Rakernas ke-5 di Bali," ujar Rahayu.

Terkait Festival Jajan Pasar serta Pameran Industri Jasa Boga yang digelar APJI, kegiatan ini rencananya juga akan menjadi agenda tahunan APJI. Di tiga tahun pertama akan digelar di Bali sebagai tujuan utama wisatawan mancanegara (Wisman), sehingga misi dari festival ini untuk memperkenalkan kuliner nusantara dan jajanan pasar khas Indonesia ke masyarakat dunia bisa tercapai.

Festival ini akan digelar di Pantai Mertasari, Sanur di atas lahan seluas 8.700 meter persegi (m2). Rencananya, akan ada 130 booth yang dibagi menjadi beberapa zona, mulai dari zona industri, zona fashion, serta art and beauty. Selain itu, ada juga zona food and beverage (F&B) yang didalamnya terdapat area khusus untuk vegetarian, organik dan healty food.

Pengunjung juga bisa menikmati beragam industri kreatif dalam zona milenial, seperti body and face painting, entertainment dan lainnya yang sedang berkembang saat ini. Ada juga training dan seminar keamanan pangan, workshop startup business dan lainnya. Fetival ini rencananya akan dibuka oleh Menteri Pariwisata (Menpar), Arif Yahya pada 13 September 2019.

"Melalui festival ini, kita ingin memperkenalkan kekayaan kuliner nusantara dan juga jajanan pasar khas Indonesia. Harapannya, pengunjung yang datang juga bisa terinspirasi untuk memulai usaha kuliner,” tambah Rahayu.



Sumber: BeritaSatu.com