Pemerintah Tambah Jaringan Gas di Ibu Kota Baru

Pemerintah Tambah Jaringan Gas di Ibu Kota Baru
Ilustrasi jargas (jaringan gas). ( Foto: ANTARA FOTO / Nova Wahyudi )
/ WBP Sabtu, 7 September 2019 | 21:19 WIB

Penajam, Beritasatu.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menambah kuota pemasangan sambungan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pascaditetapkan sebagai Ibu Kota Negara Indonesia menggantikan Jakarta.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, Ahmad Usman saat dihubungi di Penajam, Kaltim, Sabtu (7/9/2019) mengungkapkan kuota pemasangan jargas rumah tangga pada 2020 telah ditambah oleh Kementerian ESDM.

Kuota pemasangan sambungan gas rumah di Kabupaten Penajam Paser Utara pada 2020, jelasnya, menjadi 5.000 sambungan gas rumah atau naik 1.000 dari kuota yang ditetapkan sebelumnya 4.000 sambungan.

"Sampai saat ini terdata 2.329 kepala keluarga bersedia menjadi pelanggan sambungan aliran gas bumi rumah tangga atau hampir 50 persen dari kuota," kata Ahmad Usman.

Penambahan kuota sambungan aliran gas bumi rumah tangga tersebut, menurut Ahmad Usman, karena Kabupaten Penajam Paser Utara dipilih sebagai salah satu wilayah ibu kota negara.

Presiden Joko Widodo telah menetapkan ibu kota negara akan dipindahkan dari Jakarta ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

"Kami berharap pemasangan sambungan aliran gas bumi rumah tangga di wilayah Penajam Paser Utara bisa mencapai 10.000 sambungan gas rumah untuk empat kecamatan," tambah Ahmad Usman.

Pada 2018, telah terpasang 4.260 sambungan gas rumah di wilayah Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.



Sumber: ANTARA