Perluas Distribusi Hingga Papua & Malut, Pacific Paint Genjot Kapasitas Produksi

Perluas Distribusi Hingga Papua & Malut, Pacific Paint Genjot Kapasitas Produksi
Ricky Soesanto selaku Corporate Head of Marketing Pacific Paint (paling kanan) bersama Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)Pantai Muarareja saat Konfrensi Pers Festival Tegal Bahari di Kota Tegal, Sabtu (27/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Mashud Toarik )
Mashud Toarik / MT Minggu, 8 September 2019 | 14:29 WIB

Tegal, Beritasatu.com – Perusahaan cat, PT Pabrik Cat dan Tinta Pacific Paint (Pacific Paint) tengah menyiapkan strategi perluasan distrubusi produk hingga ke Papua dan Maluku Utara (Malut).

Sementara pada daerah-daerah yang sudah terjangkau, Perseroan berupaya memperkuat pangsa pasarnya. Selain itu, Pacific Paint mempertimbangkan untuk menangkap peluang bisnis di Kalimantan Timur seiring keputusan Presiden Joko Widodo yang akan memindahkan Ibu Kota negara di daerah tersebut.

“Soal pemindahan Ibu Kota kita juga siap-siap, kebetulan kita ada cabang di Samarinda dan Balikpapan, karena itu kami menunggu perkembangan dari realisasi pemindahan Ibu Kota yang direncanakan pemerintah dalam 3-5 tahun ke depan. Jadi sementara ini kita masih fokus ke basis bisnis yang sekarang,” ujar Ricky Soesanto, Corporate Head of Marketing Pacific Paint, disela Peresmian Program Renovasi Pantai Muarareja di Kota Tegal, Minggu (8/9/2019).

Langkah memperluas area distribusi akan diiringi dengan penambahan kapasitas produksi dalam bentuk penambahan mesin-mesin baru dari dua lokasi pabrik baik di Tangerang maupun Surabaya.

“Selama ini kami cukup kuat di Jawa Barat dan Jawa Tengah, di area ini kontribusinya akan terus ditingkatkan khususnya di pesisir Pantura. Sementara pabrik di Surabaya berperan melayani permintaan untuk Kawasan Timur Indonesia,” urai Ricky.

Saat ini menurutnya kapasitas produksi Pacific Paint dari dua lokasi pabrik tersebut mencapai 20 ribu metrik ton per tahun. “Kami akan tingkatkan kapasitas produksi hingga dua kali lipat pada tahun 2021,” ujarnya.

Adapun investasi yang disiapkan dalam rangka ekspansi tersebut mencapai lebih dari US$ 1 juta yang bersumber dari dana kas internal.

Sebagai catatan, sebelumnya investasi penambahan kapasitas produksi direncanakan mulai dilakukan pada tahun 2019 hingga 2020. Namun karena pertimbangan teknis, Pacific Paint menurut Ricky terpaksa memundurkan rencana tersebut pada tahun 2020 hingga 2021.

“Mundur di tahun depan, karena ada beberapa faktor yang harus kita siapkan terkait ekspansi tersebut seperti renovasi factory untuk penyesuaian untuk persiapan mesin-mesin yang baru, layouting, dan lain-lain. Ternyata itu butuh proses yang lebih panjang. Jadi diperkirakan semester II tahun 2021,” urainya.

Melalui strategi penambahan kapasitas produksi dan perluasan distribusi tadi, Pacific Paint optimististis meningkatkan positioningnya di pasar cat nasional.

Saat ini menurut Ricky, pihaknya mengandalkan penguasaan pangsa pasar pada lini bisnis dekoratif atau cat tembok. Pacific Paint menurutnya menguasai pangsa pasar lebih dari 2% untuk sektor tersebut atau berada dalam 10 besar produsen cat nasional.

Adapun progres penjualan di tahun ini menurutnya masih sesuai dengan target di awal tahun yakni mengejar pertumbuhan sebesar 20%.

“Memang ada sedikit hambatan di semester-I karena Pilpres dan panjangnya libur Lebaran, tapi di semester II ini kami lihat pertumbuhan penjualan sangat agresif sehingga kami optimistis dapat mencapai target di akhir tahun 2019,” imbuhnya.



Sumber: Majalah Investor