Mobil Listrik di Kemhub untuk Pejabat Eselon 1 dan 2

Mobil Listrik di Kemhub untuk Pejabat Eselon 1 dan 2
Mobil listrik Mitsubishi MiEV dipamerkan di ajang Indonesia Electric Motor Show (IEMS), Balai Kartini, Jakarta, 4 September 2019. ( Foto: Beritasatu / Heru Andriyanto )
Thresa Sandra / WBP Minggu, 8 September 2019 | 19:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) berencana menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan operasional bagi pejabat eselon 1 dan 2 di lingkungannya.

Direktur Angkutan Jalan Kemhub Ahmad Yani menjelaskan, hal tersebut sebagai upaya mendorong penggunaan kendaraan listrik yang ramah lingkungan.

"Kemhub akan menggunakan kendaraan pada kegiatan-kegiatan operasional untuk eselon 1 dan 2. Setelah kami hitung kebutuhannya ada sekitar 150 unit," kata Ahmad Yani di Jakarta, Minggu (8/9/2019).

Yani menyebutkan, pengadaan kendaraan listrik itu dilakukan dengan sewa kepada penyedianya. Salah satu opsi penyedia yang bakal digandeng adalah Blue Bird karena satu-satunya operator angkutan darat yang sudah mampu menyediakan taksi bermesin listrik. "Kami sewa mobil listriknya. Sewa berapanya nanti diminta dihitung. Kalau sudah tahu berapa sewanya nanti disiapkan di perencanaan. Harganya pasti beda dengan mobil berbahan bakar bensin. Kami harapkan bisa terlaksana tahun ini juga," ungkap Ahmad Yani.

Guna mendorong penggunaan kendaraan listrik, lanjut Yani, pihaknya tengah menyiapkan dua peraturan, yakni terkait uji tipe dan uji berkala. Kedua peraturan yang dimaksud ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

Lebih jauh, Kemhub juga mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan umum. Rencananya, pada 2021, Kemhub mempersyaratkan bus listrik bagi operator yang akan mengikuti lelang program buy the service pada rute-rute tertentu.

"Kami sepakat untuk angkutan umum pada 2021, khususnya bus, saya siapkan bus listrik di beberapa rute untuk program buy the service," imbuh Ahmad Yani .



Sumber: Investor Daily