PLN Teken Kontrak Pembangunan 3 PLTU

PLN Teken Kontrak Pembangunan 3 PLTU
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). ( Foto: ANTARA FOTO )
Rangga Prakoso / WBP Selasa, 10 September 2019 | 10:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT PLN (Persero) menandatangani kontrak pembangunan tiga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan satu pembangunan gardu induk, pada Senin (9/10/2019). Acara yang berlangsung di Kantor Pusat PLN tersebut dihadiri oleh Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani didampingi oleh jejeran direksi PLN, dan juga Direktur dari para Konsorsium.

Adapun proyek pembangunan yang ditandatangani adalah PLTU Sulut-1 dengan kapasitas 2x50 megawatt (MW), PLTU Timor-1 dengan kapasitas 2x50 MW, dan PLTU Palu-3 berkapasitas 2x50 MW serta proyek gardu induk GIS 500 kV Muara Karang Baru. Ketiga pembangkit tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah guna memenuhi pertumbuhan kebutuhan kelistrikan.

Dalam sambutannya, Dirut PLN Sripeni Inten mengatakan dalam pembangunan ini diperlukan komitmen dari semua pihak agar berhasil. “Diperlukan komitmen yang tinggi dari semua pihak, termasuk penyedia barang/jasa untuk memastikan kelancaran pembangunan pembangkit dan gardu induk 500 kV sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai biaya, mutu dan waktu yang telah ditentukan,” Kata Sripeni Inten dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/9).

Lebih lanjut Sripeni mengimbau agar saat pelaksaan pekerjaan, berbagai ketentuan dalam kontrak harus dipatuhi. “Pelaksanaan pekerjaan harus memperhatikan ketentuan-ketentuan yang telah diatur dalam kontrak dan regulasi terkait, khususnya mengenai baku mutu emisi pembangkit thermal seperti yang diatur dalam peraturan menteri LHK No. 15 tahun 2019, sebagai wujud dukungan PLN dalam menjaga lingkungan," ujar Sripeni Inten.

Penandatanganan kontrak pembangunan 3 PLTU dan 1 GI ini memiliki nilai total investasi lebih dari Rp 12 triliun dengan menggunakan Anggaran PLN (APLN). Adapun pembangunan pembangkit dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi dan Nusa Tenggara. Sementara pembangunan GIS 500 kV Muara Karang Baru yang merupakan bagian dari jaringan transmisi 500 kV Jakarta Looping dilakukan untuk mendukung dan meningkatkan kehandalan sistem kelistrikan DKI Jakarta dan sekitarnya.

Beberapa konsorsium yang bekerja sama dengan PLN dalam pembangunan ini diantaranya adalah Konsorsium PT IKPT – PT PP – ITOCHU Corporation – Sumitomo Heavy Industries – dan PT Medco Power Indonesia, sebagai penyedia barang/jasa untuk pembangunan PLTU Sulut-1 dan PLTU Timor-1; Konsorsium PT Wijaya Karya – Doosan Heavy Industries – dan, Korea South-East Power sebagai penyedia barang/jasa untuk pembangunan PLTU Palu-3; dan Konsorsium Indokomas – Hyosung, sebagai penyedia barang/jasa untuk pembangunan GIS 500 kV Muara Karang Baru.

Direktur Utama PT Wijaya Karya, Tumiyana berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam melaksanakan proyek pembangunan PLTU. “Kami tentu akan memaksimalkan kemampuan yang kami miliki dalam melaksanakan proyek dengan baik tentu dengan effort yang dimiliki agar terdeliver dengan kualitas dan waktu yang baik sesuai dengan kesepakatan, diharapkan semua pihak satisfied," ujar Tumiyana.



Sumber: BeritaSatu.com