PTPP Raih Kontrak Pembangunan 2 PLTU Senilai Rp 2,1 Triliun

PTPP Raih Kontrak Pembangunan 2 PLTU Senilai Rp 2,1 Triliun
Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk Lukman Hidayat (kanan) berfoto bersama usai menandatangani kontrak pembangunan PLTU Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara di Kantor Pusat PLN, Senin (9/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. PTPP )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 10 September 2019 | 17:58 WIB

 Jakarta, Beritasatu.com - PT PP (Persero) Tbk, menandatangani kontrak pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kantor Pusat PT PLN, Senin (9/9/2019). Kedua PLTU tersebut, berlokasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Utara (Sulut).

PT PP (Persero) Tbk (PTPP),  menandatangani kontrak pembangunan dua pembangkit listrik Tenaga Uap (PLTU) di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Baca Juga: PLN Teken Kontrak Pembangunan 3 PLTU

Masing-masing pembangkit berkapasitas 2x50 MW berlokasi di Desa Panaf, Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur akan mengisi luasan sebesar 30 hektare. Sementara, pembangkit lainnya berada di Desa Bolaang Mangitang Timur, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, mengisi luasan sebesar 32 hektare milik PT PLN (Persero).

Direktur Utama PTPP, Lukman Hidayat mengatakan, dalam kontrak ini perseroan berperan sebagai kontraktor yang akan bertanggungjawab dalam penyelesaian proyek, dengan bekerja sama bersama beberapa partner.

"Perseroan optimistis dapat menyelesaikan proyek tersebut untuk unit pertama selama 36 bulan dan unit kedua selama 39 bulan. Dengan target tersebut, perseroan optimistis kedua PLTU tersebut dapat beroperasi pada tahun 2022,” kata Lukman Hidayat dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (10/9/2019).

Baca Juga: PTPP Targetkan 2 Proyek di Lombok Tuntas Akhir Tahun

Lukman menambahkan, proyek pembangunan PLTU Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara ini akan menelan total investasi mencapai lebih dari Rp 8 triliun, dimana nilai kontrak perseroan mencapai Rp 2,1 triliun.

"Dengan pembangunan PLTU Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara ini, diperkirakan akan melistriki beberapa desa dan kecamatan untuk di Nusa Tenggara Timur dan juga Sulawesi Utara dan sekitarnya,” pungkas Lukman Hidayat.



Sumber: BeritaSatu.com