Anggarkan Rp 2,9 Triliun, Kemhub Kembangkan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Anggarkan Rp 2,9 Triliun, Kemhub Kembangkan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ( Foto: istimewa / Istimewa )
Herman / MPA Selasa, 10 September 2019 | 18:23 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.Com - Untuk ikut mengembangkan lima destinasi pariwisata super prioritas di tahun 2019 – 2020, Kementerian Perhubungan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,95 triliun. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan, hal ini dilakukan sebagai wujud dukungan Kemhub untuk mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia.

"Setelah dapat arahan Presiden, saya dedikasikan anggarannya. Untuk alokasi anggarannya, ada yang memang sudah dianggarkan, ada juga yang kita lakukan efisiensi pada program lain untuk dialihkan guna mendukung program pariwisata ini,” kata Menhub Budi Karya Sumadi dalam keterangan resminya yang diterima Beritasatu.com, Selasa (10/9/2019).

Dari total Rp 2,95 triliun tersebut, Kemhub mengalokasikan sebesar Rp 353,99 miliar pada 2019 dan Rp 2,6 triliun pada 2020 untuk mengembangkan kelima destinasi pariwisata super prioritas tersebut.

Seperti diketahui, Pemerintah telah menetapkan lima destinasi super prioritas, yang terdiri dari empat dari 10 Bali Baru yang sudah masuk super prioritas, yakni Danau Toba Sumatera Utara, Borobudur Joglosemar, Mandalika Lombok dan Komodo, serta Labuan Bajo NTT. Ditambah satu calon Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yaitu di Likupang, Sulawesi Utara.

Menhub menyampaikan, dukungan yang dapat diberikan oleh Kementerian Perhubungan di antaranya dengan menyusun beberapa kebijakan. Misalnya untuk Transportasi Angkutan Darat, yaitu dengan pemberian layanan subsidi operasional angkutan antarmoda dan angkutan penyeberangan, pengadaan fasilitas perlengkapan keselamatan jalan, pembangunan dermaga danau pada kawasan pariwisata, dan pembangunan kapal Ro-Ro dan Bus Air.

Untuk Transportasi Perkeretaapian, yaitu dengan pembangunan jalur KA menuju kawasan pariwisata, reaktivasi jalur kereta pariwisata, dan konektivitas jaringan kereta api menuju ke Bandara. Untuk Transportasi laut, yaitu dengan perpanjangan dermaga dan pengerukan kedalaman alur agar kapal cruise dapat bersandar, serta pemberlakuan terminal pelabuhan laut pada destinasi pariwisata yang akan diperuntukan khusus untuk terminal penumpang laut dan tidak bercampur dengan terminal angkutan barang.

Sedangkan untuk transportasi udara, antara lain melakukan perpanjangan runway dan apron untuk dapat didarati pesawat narrow body (sekelas B-737), membuka jalur penerbangan internasional, serta peningkatan konektivitas rute dari dan menuju ke lokasi pariwisata.

Menurut Menhub, kebijakan tersebut diturunkan ke dalam berbagai kegiatan prioritas untuk mendukung terwujudnya destinasi pariwisata yang terjangkau, baik dari sisi keterjangkauan wilayah maupun harga.

“Contohnya daerah yang mengalami problem aksesibilitas seperti di Jogja, kita adakan kereta api, kita investasi Rp 1 triliun untuk kereta api yang ke bandara. Karena sekarang ini waktu tempuhnya 1,5 jam, kita mau waktu tempuhnya itu kurang dari 1 jam,” pungkas Menhub.

Dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2020, Pemerintah menargetkan kunjungan Wisman pada tahun 2019 sebanyak 17,5 juta orang, dan pergerakan wisatawan nusantara sebanyak 308 juta perjalanan serta target penerimaan devisa sebesar US$ 20 juta. Sedangkan pada tahun 2020, target kunjungan Wisman sebanyak 18,5 juta orang, dan pergerakan wisatawan nusantara sebanyak 310 juta perjalanan serta target penerimaan devisa adalah sebesar US$ 19 - 21 juta.



Sumber: BeritaSatu.com