ESDM Luncurkan Aplikasi Penjualan Batu Bara

ESDM Luncurkan Aplikasi Penjualan Batu Bara
Tongkang pengangkut batu bara. ( Foto: Antara )
Rangga Prakoso / WBP Jumat, 13 September 2019 | 14:47 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan transaksi batu bara wajib melalui aplikasi Modul Verifikasi Penjualan (MVP). Tanpa aplikasi itu, maka transaksi tidak dapat berlangsung. Pelaku usaha pertambangan diberikan masa transisi hingga awal November mendatang.

"Kita siapkan transisi sampai 1 November nanti. Kita lihat, kalau tidak gunakan MVP maka tidak bisa transaksi," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot dalam peluncuran MVP di Bandung, Jumat (13/9/2019).

Bambang menuturkan MVP diluncurkan guna meningkatkan pengawasan kegiatan penjualan batu bara secara online. Dia mengungkapkan aplikasi MVP selesai dibangun pada Juni 2019 dan telah melalui serangkaian UAT dan tes oleh Pusdatin Kementerian ESDM. "Produksi bisa tapi tanpa MVP tidak bisa jualan (batu bar)," ujar Bambang Gatot.

Di tempat yang sama, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batu bara Kementerian ESDM Muhammad Hendrasto menuturkan pengawasan dilakukan untuk setiap transaksi serah terima batu bara melalui verifikasi secara online. Verifikasi itu mencakup asal batu bara, kualitas, kuantitas, penerimaan negara bukan pajak serta tujuan penjualan. "Melalui MVP, pengawasan kegiatan penjualan batu bara dilakukan melalui verifikasi berjenjang mulai dari hulu sampai dengan hilir," ujar Muhammad Hendrasto.

Hendrasto mengungkapkan salah satu latar belakang aplikasi ini diciptakan yakni berbagai lembaga, antara lain Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), maupun Indonesia Corruption Watch (ICW), menilai pengawasan terhadap penjualan batu bara belum optimal dan diindikasikan ada kegiatan penjualan batu bara yang tidak sesuai peraturan.

Alhasil mengakibatkan adanya potensi kehilangan penerimaan negara. Pasalnya kerap terjadi perbedaan data ekspor-impor batu bara baik dari negara pengimpor maupun bea cukai Indonesia, Kementerian Perdagangan serta Badan Pusat Statistik (BPS).

Dikatakannya dengan aplikasi ini maka tersedia data produksi dan pemasaran batu bara yang akurat dan cepat. Penjualan batu bara tidak dapat melebihi realisasi produksi. "Hasil verifikasi dituangkan dalam Laporan Hasil Verifikasi (LHV) yang dicetak melalui MVP sesuai dengan data-data penjualan yang disampaikan oleh pemegang IUP," ujar Muhammad Hendrasto.

MVP menambah daftar aplikasi yang diluncurkan oleh Kementerian ESDM terkait sektor pertambangan mineral dan batu bara. Sebelumnya ada aplikasi Minerba Online Monitoring System (MOMS). Aplikasi ini untuk mencatat, akan memudahkan pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi dalam mengendalikan dan mengawasi kegiatan pertambangan mineral dan batu bara. Kemudian ada aplikasi ePNBP Minerba. Aplikasi ini merupakan sistem yang dibangun dalam rangka monitoring dan pengawasan kegiatan produksi dan penjualan mineral dan batu bara yang terintegrasi dengan kewajiban pembayaran penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Hendrasto menuturkan belum semua perusahaan melaporkan data produksi dan penjualan secara rutin via MOMS. Selain itu, MOMS belum mengakomodir fungsi verifikasi penjualan. Dia menyebut MVP hadir untuk melengkapi dan menyempurnakan MOMS. MVP pun bisa melakukan pemeriksaan bukti setor penerimaan negara yang telah dilakukan perusahaan melalui ePNBP. "Dengan MVP terlaksana pengawasan produksi dan penjualan batu bara yang efektif dan efisien," ujar Muhammad Hendrasto.

 



Sumber: BeritaSatu.com