106 Penerbangan Lion Air Terdampak Kabut Asap

106 Penerbangan Lion Air Terdampak Kabut Asap
Ilustrasi Lion Air ( Foto: Antara/Fikri Yusuf )
Thresa Sandra Desfika / CAH Minggu, 15 September 2019 | 18:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Lion Air Group mencatat sekitar 106 penerbangan pada Minggu (15/9) terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan. Dampak yang ditimbulkan itu, antara lain terhadap 6 penerbangan terpaksa dialihkan pendaratannya, 2 penerbangan return to base (RTB), 6 penerbangan dibatalkan, 74 penerbangan mengalami keterlambatan, dan 18 penerbangan berpotensi mengalami keterlambatan akibat rotasi pesawat.

Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, dalam rangka memastikan keselamatan dan keamanan, sejumlah penerbangan Lion Air Group mengalami keterlambatan keberangkatan dan kedatangan, kembali ke bandar udara keberangkatan, pengalihan pendaratan, serta melakukan pembatalan penerbangan di beberapa jaringan domestik yang dilayani.

“Keputusan tersebut disebabkan akibat cuaca buruk berupa kabut asap yang terjadi di beberapa daerah. Kondisi ini mengakibatkan jarak pandang pendek dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan untuk proses lepas landas dan mendarat,” imbuh Danang dalam keterangannya, Minggu (15/9/2019).

Dia menambahkan, dampak yang timbul berpotensi mengakibatkan terganggunya pada rotasi pesawat untuk sektor atau rute penerbangan berikutnya. Beberapa penerbangan yang dibatalkan pada Minggu (15/9), antara lain Wings Air Penerbangan IW-1440 Pontianak (PNK) – Ketapang (KTG), Wings Air Penerbangan IW-1441 Ketapang (KTG) – Pontianak (PNK), Wings Air Penerbangan IW-1375 Palangkaraya (PKY) – Sampit (SMQ), Wings Air Penerbangan IW-1375 Sampit (SMQ) – Pangkalan Bun (PKN), Wings Air Penerbangan IW-1484 Samarinda (AAP) – Berau (BEJ), Wings Air Penerbangan IW-1485 Berau (BEJ) – Samarinda (AAP).

Selain itu, ada pula penerbangan yang dialihkan pendaratannya atau divert, seperti Lion Air Penerbangan JT-626 Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) – Tarakan (TRK) divert Balikpapan (BPN), Lion Air Penerbangan JT-817 Makassar (UPG) – Pontianak (PNK) divert Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK), Lion Air Penerbangan JT-323 Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) - Banjarmasin (BDJ) divert Surabaya (SUB), Lion Air Penerbangan JT-666 Surabaya (SUB) – Samarinda (AAP) divert Balikpapan (BPN), Batik Air Penerbangan ID-7281 Jakarta Halim Perdanakusuma (HLP) - Samarinda (AAP) divert Balikpapan (BPN), dan Batik Air Penerbangan ID-6692 Yogyakarta Kulonprogo (YIA) – Samarinda (AAP) divert Balikpapan (BPN).

“Lion Air Group menegaskan bahwa berdasarkan situasi yang terjadi seluruh operasional dijalankan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP),” imbuh Danang Mandala.

Danang melanjutkan, Lion Air Group sudah menginformasikan kepada seluruh penumpang atau tamu yang terganggu perjalanannya. Perusahaan juga memfasilitasi kepada penumpang yang akan melakukan proses pengembalian dana ataupun perubahan jadwal keberangkatan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

Danang menyebutkan, Lion Air Group akan terus berkoordinasi bersama pihak terkait guna memperoleh perkembangan atau keterangan sesuai situasi terbaru. Operasional Lion Air Group akan berjalan normal kembali setelah jarak pandang dinyatakan aman untuk penerbangan. “Kami akan meminimalisir dampak yang timbul agar operasional lainnya tidak terganggu,” tandas Danang.

Imbauan Kemhub

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengimbau kepada seluruh stakeholders penerbangan untuk tetap mengutamakan keselamatan bagi pengguna jasa transportasi udara akibat sebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti, pihaknya selalu melakukan pemantauan dan terus berkoordinasi melalui kantor otoritas bandar udara (OBU) terutama yang memiliki wilayah kerja di Kalimantan dan Sumatera dengan operator bandara , AirNav Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta pihak-pihak terkait lain sehingga segera menindaklanjuti apabila sebaran asap menggangu operasional penerbangan.

“Kami meminta operator penerbangan terutama yang menutup pelayanan penerbangan ataupun terdampak delay akibat karhutla untuk sigap membantu mengkomunikasikannya kepada para penumpang dan memberikanpelayanan sesuai aturan yang berlaku. Menutup layanan penerbangan demi keselamatan pengguna jasa transportasi udara,” jelas Polana.

Untuk itu, Polana meminta, pengguna jasa transportasi udara agar dapat memahami kondisi saat ini. “Kami meminta kepada pengguna jasa transportasi udara untuk bersabar, karena keselamatan merupakan prioritas utama,” tambah dia.

Sementara itu, pekatnya kabut asap akibat karhutla melumpuhkan operasional penerbangan di Bandar Udara Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur. Kepala Bandar Udara Kalimarau, Bambang Hartato mengatakan, setelah pihaknya mendapatkan notice to airman (Notam) yang dikeluarkan AirNav Indonesia perihal isi perubahan jarak pandang bandar udara, maka layanan penerbangan di bandara itu ditutup.

"Sampai hari ini, visibility (jarak pandang) 500 meter, sementara standar instrument aproach procedure (instrumen pendaratan) minimal jarak pandangnya 3.500 meter," kata Bambang.

Awalnya, lanjut Bambang, sejumlah maskapai menunggu kondisi cuaca membaik. Beberapa penerbangan seperti Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Express Air mengalami keterlambatan penerbangan. “Kami sampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa transportasi udara, kami harap masyarakat bisa memaklumi kondisi ini,” terang Bambang.

Adapun beberapa bandara yang ditutup sementara pada Minggu (15/9), antara lain Bandara Kalimarau (Berau), Bandara Juwata (Tarakan), Bandara APT Pranoto (Samarinda), dan Bandara Syamsudin Noor (Banjarmasin).



Sumber: BeritaSatu.com