Bappebti Blokir 39 Situs Perdagangan Berjangka Komoditas Ilegal

Bappebti Blokir 39 Situs Perdagangan Berjangka Komoditas Ilegal
Ilustrasi Bursa Berjangka Jakarta ( Foto: Beritasatu.com )
Ridho Syukro / HK Senin, 16 September 2019 | 21:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) kembali memblokir 39 domain situs perusahaan perdagangan berjangka komoditas Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) kembali memblokir 39 domain situs perusahaan berjangka komoditi ilegalilegal. Pemblokiran ini merupakan langkah pencegahan dalam melindungi masyarakat terhadap pelanggaran perundang-undangan di bidang perdagangan berjangka.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada karena ada banyak cara yang dilakukan perusahaan perdagangan berjangka ilegal untuk menarik minat. Masyarakat diharapkan dapat memastikan terlebih dahulu legalitas dari pemerintah terhadap perusahaan yang menawarkan investasi,” kata Kepala Bappebti Tjahya Widayanti dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Tjahya mengatakan, Bappebti sebagai salah satu dari 13 Kementerian/Lembaga anggota Satgas Waspada Investasi ikut berperan aktif memberantas kegiatan di bidang perdagangan berjangka ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat. Bappebti memiliki wewenang untuk mewajibkan setiap pihak untuk menghentikan kegiatan usaha yang tidak memiliki izin usaha dari Bappebti.

Dia menegaskan, pemblokiran terhadap domain situs perusahaan berjangka komoditi ilegal rutin dilakukan Bappebti bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, penyedia jasa situs internet dan tempat pendaftaran domain yang ada di Indonesia. Bappebti juga terus menerus memantau secara langsung aktivitas domain ilegal tersebut

Sampai September 2019, Bappebti telah melakukan pemblokiran terhadap 142 domain situs perusahaan berjangka komoditi ilegal. Sepanjang 2018, Bappebti telah melakukan pemblokiran terhadap 161 domain situs perusahaan berjangka komoditi ilegal.

Tjahya mengungkapkan, beberapa modus yang sering digunakan adalah melakukan aktivitas selayaknya pialang berjangka yang memiliki izin usaha. Entitas tersebut biasanya menawarkan kontrak berjangka biasanya forex, index, dan komoditi. Mereka juga tidak segan melakukan duplikasi situs pialang berjangka legal yang memiliki izin usaha dari Bappebti dengan menggunakan nama yang mirip, kemudian menawarkan bagi hasil. "Nasabah hanya menyetorkan sejumlah dana dan pihak perusahaan yang akan melakukan transaksi atas dana tersebut," ungkap dia.

Dia melanjutkan, perusahaan tersebut biasanya memberikan janji pendapatan yang lebih tinggi dengan nilai presentase dan jangka waktu tertentu. Mereka kemudian menawarkan daftar paket investasi yang dibagi berdasarkan kemampuan keuangan calon nasabah, di mana paket tersebut biasanya dibagi menjadi paket silver, gold, dan platinum.

Tjahya menambahkan, mereka seolah-olah melakukan transaksi kontrak berjangka, namun pada kenyataannya hanya digunakan sebagai modus untuk membohongi masyarakat agar menanamkan modalnya kepada perusahaan tersebut. Mereka juga menjadi introducing broker dari pialang luar negeri dengan mencantumkan legalitas dari regulator dunia, misalnya International Financial Services Commision.

Tjahya melanjutkan, perusahaan tersebut bahkan tak segan untuk mencatut legalitas dari Bappebti dan lembaga pemerintah lainnya dengan menampilkan logo untuk menarik minat masyarakat. Mereka juga mengadakan edukasi, seminar, dan pelatihan di bidang perdagangan berjangka dengan penarikan margin untuk tujuan investasi. "Beberapa contoh domain situs yang diblokir adalah ifx.market, ifxid.com, octafx.forex, grahafx.com, idn-fbs,asia sisanya dapat dilihat di website Bappebti.go.id," pungkas dia. 



Sumber: Investor Daily