Minyak Brent Naik Tertinggi dalam 30 Tahun Terakhir
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Minyak Brent Naik Tertinggi dalam 30 Tahun Terakhir

Selasa, 17 September 2019 | 08:53 WIB
Oleh : WBP

New York, Beritasatu.com - Minyak melonjak hampir 15 persen pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (17/9/2019), dimana jenis minyak Brent mencatat lompatan terbesar dalam lebih dari 30 tahun setelah serangan terhadap fasilitas minyak mentah Arab Saudi memotong separuh produksi negara itu sehingga memicu kekhawatiran konflik di Timur Tengah.

Minyak mentah Brent, patokan internasional, ditutup menjadi US$ 69,02 per barel, melonjak 8,80 dolar AS atau 14,6 persen, kenaikan persentase satu hari terbesar sejak 1988. Sementara patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup US$ 62,90 per barel, melompat US$ 8,05 atau 14,7 persen, kenaikan persentase satu hari terbesar sejak Desember 2008.

Serangan itu meningkatkan ketidakpastian di pasar yang relatif tenang dalam beberapa bulan terakhir. Dampaknya dunia kehilangan minyak mentah dari Arab Saudi, yang secara tradisional menjadi pemasok utama. "Serangan terhadap infrastruktur minyak Saudi datang sebagai sebuah guncangan," kata analis pasar energi di St. Paul, Tony Headrick, Minnesota,

Arab Saudi yang merupakan eksportir minyak terbesar di dunia dan memiliki kapasitas cadangan besar, telah menjadi pemasok terakhir selama beberapa dekade.

Serangan akhir pekan terhadap fasilitas pemrosesan minyak mentah milik produsen Saudi Aramco di Abqaiq dan Khura memangkas produksi sebesar 5,7 juta barel per hari. Perusahaan belum memberikan pernyataan untuk dimulainya kembali operasi secara penuh.

Dua sumber yang mengetahui tentang operasi Aramco mengatakan pengembalian penuh ke produksi normal mungkin memakan waktu berbulan-bulan.

Para pejabat intelijen AS mengatakan pada Senin (16/9/2019) bahwa Iran berada di belakang serangan itu. Hal ini meningkatkan kekhawatiran pasokan global.

Presiden Donald Trump mengatakan dia "tidak terburu-buru" untuk merespons, namun dia menunggu lebih lanjut. Hal itu menandai pergeseran sikap dari cuitan Trump pada Minggu (15/9/2019), yang menyatakan Amerika Serikat "siaga" dan siap untuk menanggapi.

Importir utama minyak mentah Saudi, seperti India, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, akan menjadi yang paling rentan terhadap gangguan pasokan. Korea Selatan telah mengatakan akan mempertimbangkan melepaskan minyak dari cadangan strategisnya.

Trump menyetujui pelepasan minyak dari cadangan minyak strategis AS, yang menampung lebih dari 640 juta barel minyak mentah.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Reuters, Antara


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Awal Perdagangan, Rupiah dan Mata Uang Asia Tak Berdaya

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.070 - Rp 14.097 per dolar AS.

EKONOMI | 17 September 2019

Investor Beralih ke Emas Pascaserangan Fasilitas Minyak Saudi

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik US$ 12 atau 0,8 persen, menjadi US$ 1.511,5 per ounce.

EKONOMI | 17 September 2019

Imbas Serangan ke Saudi, Kenaikan 8 Hari Dow Jones Terhenti

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 142,7 poin (0,52 persen) mencapai 27.077.

EKONOMI | 17 September 2019

Jokowi Minta Masukan dari Pelaku Usaha Terkait Industri Tekstil

Presiden Jokowi mengatakan pertumbuhan pangsa pasar tekstil dan produk tekstil di pasar global saat ini cenderung stagnan, yaitu di 1,6 persen.

EKONOMI | 16 September 2019

TPT Diprediksi Alami Defisit Neraca Perdagangan

Meski produk TPT masuk lima besar nilai ekspor terbesar dari Indonesia, pertumbuhan impor ternyata melaju lebih cepat.

EKONOMI | 16 September 2019

Kembangkan TOD di Bogor, Adhi Commuter Akuisisi Anak Usaha Cowell

Saat ini ACP mengklaim telah mengantungi sebanyak 200 unit surat pemesanan.

EKONOMI | 16 September 2019

Penggunaan Robot Pengaruhi Perdagangan dan Investasi Dunia

Penggunaan robot berpotensi mengubah struktur rantai nilai global (global value chain), sehingga berdampak pada arus perdagangan internasional dan investasi.

EKONOMI | 16 September 2019

Maruarar Minta Pengusaha Muda Tetap Jaga Idealisme dalam Berbisnis

Jangan karena ingin mendapatkan posisi, anak-anak muda di Hipmi lalu melupakan idealisme dan agenda.

EKONOMI | 16 September 2019

Bappebti Blokir 39 Situs Perdagangan Berjangka Komoditas Ilegal

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) kembali memblokir 39 domain situs perusahaan perdagangan berjangka komoditas ilegal.

EKONOMI | 16 September 2019

Jokowi Minta Pengusaha Waspadai Revolusi Konsumen

Jokowi memproyeksi jumlah masyarakat kelas menengah bakal naik lebih dari dua kali lipat.

EKONOMI | 16 September 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS