IEM Dorong Kolaborasi Energi Terbarukan Indonesia dan Malaysia

IEM Dorong Kolaborasi Energi Terbarukan Indonesia dan Malaysia
Dalam rangka meningkatkan kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sebanyak 14 perusahaan Malaysia yang tergabung dalam Institute Engineering Malaysia (IEM) berkunjung ke Indonesia. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 17 September 2019 | 10:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam rangka meningkatkan kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sebanyak 14 perusahaan Malaysia yang tergabung dalam Institute Engineering Malaysia (IEM) berkunjung ke Indonesia.

Perusahaan tersebut antara lain Duriane Professionals Sdn Bhd, VELLD Power System, IGL Services Sdn Bhd, Acuity Systems Consultant, Titan LEDway Sdn Bhd, High Voltage Test Lab Sdn Bhd, Hasilwan (M) Sdn Bhd, Wibawa Services Sdn Bhd, Cofreth (M) Sdn Bhd, Techno (M) Sdn Bhd, Prima Reka Consultant, Kee Ming Electrical Sdn Bhd, Adaptive Netpoleon Malaysia Sdn, Furutec Electrical Sdn Bhd.

Pada kunjungan ini, IEM juga menemui Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Kadin Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mendiskusikan peluang kolaborasi dan potensi kerja sama di sektor listrik, tenaga, dan energi terbarukan. Delegasi perusahaan tersebut, juga saling menjalin komunikasi dengan Persatuan Insinyur Profesional Indonesia (PIPI), dan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi).

"Melalui pertemuan ini, kami berharap untuk meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia di bidang iptek, khususnya bidang energi dan energi terbarukan,” ujar Rusiah Binti Mohamed, Director of Construction and Business Service Section Matrade Jakarta, yang merupakan inisiator kunjungan ini dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (17/9/2019).

IEM juga berpartisipasi dalam penyelenggaraan Electrical, Power & Renewable Energy Indonesia 2019 dan Conference of the Asean Federation of Engineering Organisations, pada 11-14 September 2019 di JIExpo Kemayoran, dengan membuka paviliun Malaysia. Upacara pembukaan paviliun Malaysia dilakukan pada hari pertama, bertepatan dengan National Day Malaysia.

Selain membuka paviliun, IEM juga berpartisipasi dalam konferensi Asean Federation of Engineering Organisations. Konferensi ini, dihadiri oleh para insinyur dari negara-negara anggota ASEAN. Konferensi yang berlangsung selama 4 hari tersebut mengusung tema Sustainable Development.



Sumber: BeritaSatu.com