Ini Penjelasan Malindo Air soal Data Penumpangnya yang Diduga Bocor

Ini Penjelasan Malindo Air soal Data Penumpangnya yang Diduga Bocor
Sejumlah petugas bandara bersiap memarkirkan Pesawat Malindo Air sesaat mendarat di Apron Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, ( Foto: Antara )
Thresa Sandra Desfika / FMB Rabu, 18 September 2019 | 15:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Malindo Air, anggota Lion Air Group, secara resmi memberikan keterangan mengenai perkembangan berita tentang data penumpang. Malindo Air menyadari beberapa data pribadi penumpang yang disimpan (hosted on) di lingkungan berbasis cloud kemungkinan telah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

PR & Communications Malindo Air Andrea Liong menerangkan, tim internal Malindo Air bersama penyedia layanan data eksternal, Amazon Web Services (AWS) dan GoQuo sebagai mitra e-commerce saat ini sedang menyelidiki atas hal tersebut.

“Malindo Air juga bekerja sama dengan konsultan cyber crime independen, melaporkan kejadian ini dan untuk proses penyelidikan. Malindo Air sudah mengambil dan melakukan langkah-langkah tepat dalam memastikan agar data penumpang tidak terganggu, sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Malaysia 2010 (Malaysian Personal Data Protection Act 2010),” ungkap Andrea Liong dalam keterangan resmi, Rabu (19/9/2019).

Dalam kaitan tersebut, ungkap dia, Malindo Air menyatakan tidak menyimpan rincian pembayaran setiap penumpang atau pelanggan di dalam server. Malindo Air mematuhi ketentuan Standar Kartu Pembayaran Industri dan Standar Keamanan Data (Payment Card Industry/ PCI - Data Security Standard/ DSS).

Liong menambahkan, Malindo Air dalam menjalankan bisnis dan operasional patuh terhadap semua aturan, kebijakan, ketentuan dari berbagai otoritas baik lokal maupun luar negeri (internasional) termasuk CyberSecurity Malaysia.

“Untuk tindakan pencegahan, Malindo Air mengimbau dan menyarankan kepada seluruh penumpang atau pelanggan yang memiliki akun Malindo Miles segera mengubah kata sandi jika kata sandi digunakan sama pada layanan yang lain secara online,” tandas Liong.



Sumber: Suara Pembaruan