Insiden Blackout Luas Jadi Perhatian HLN

Insiden Blackout Luas Jadi Perhatian HLN
Suasana Bunderan Semanggi Jakarta, Minggu 4 Agustus 2019 malam. Sebagian jaringan listrik di Jabodetabek sudah mulai nyala kembali sore ini. Listrik padam sejak pukul 11.48 WIB akibat gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Rangga Prakoso / FMB Rabu, 18 September 2019 | 17:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Padamnya listrik di Jakarta, Banten dan Jawa Barat pada awal Agustus kemarin menjadi salah satu topik diskusi dalam penyelenggaraan Hari Listrik Nasional ke-74. Acara yang berlangsung di Jakarta pada 9-11 Oktober mendatang itu dijadwalkan akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Ketua Panitia Pelaksana Hari Listrik Nasional (HLN) Noesita Indriyani mengatakan peristiwa black out mewarnai dinamika dalam menyusun penyelenggaraa acara. Kejadian tersebut menjadi pengalaman berharga dan pelajaran penting dalam mengatasinya. "Bagi MKI (Masyarakat Ketanagalistrikan Indonesia) kejadian blackout perlu ada suatu pembahasan untuk mendapatkan solusi. Nantinya akan dirangkum jadi masukan bagi pemerintah dan stakeholder," kata Noesita dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Noesita mengungkapkan penyelenggaraan HLN tahun ini bakal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dia menyebut HLN kali ini menggandeng empat asosiasi yang pakar di bidangnya. Asosiasi tersebut yakni PJCI, CIGRE, HAKIT dan MASKEEI. Selain itu juga ada pameran inovasi di bidang kelistrikan termasuk kemampuan sumber daya manusia.

"Kami berharap Pak Jokowi hadir bisa melihat kesiapan SDM (sumber daya manusia) di bidang kelistrikan," ujarnya.

Ditemui usai FGD tertutup untuk media, Direktur Bisnis Regional PLN Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara Supangkat Iwan Santoso menuturkan PLN telah melakukan sejumlah upaya dalam mencegah peristiwa black out terjadi. Upaya yang dilakukan antara lain menebang pohon di sepanjang jalur transmisi maupun perawatan relay. Pohon yang menjulang hingga kabel transmisi bisa menjadi pemicu gangguan atau menyebabkan korsleting listrik. Dia menerangkan transmisi memiliki empat line (baris) kabel yang menjulang. Bila line pertama bermasalah atau yang disebut N-1 maka pemadaman listrik tak terjadi. Namun line kedua juga padam atau yang disebut N-2 maka pemadaman terjadi.

"Itu mulai defense scheme supaya pemadamannya terbatas. Bukan black out. Ini yang sekarang diperbaiki," ujarnya.

Dikatakannya PLN sudah melakukan mitigasi pasca black out kemarin. Sejumlah skenario terburuk dan upaya penanggulangannya pun disiapkan. Dia mengungkapkan bila pemadam meluas maka sejumlah wilayah vital seperti Istana Negara, transportasi massal MRT tetap mendapat prioritas pasokan listrik. Pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Muara Karang menjadi pemasok utama untuk objek vital tersebut. Bila pembangkit tersebut ikut padam (trip) maka disiapkan pasokan listrik untuk membangkitkannya lagi (black start) yang berasal dari PLTU Suralaya di Banten. "Selama ini Suralaya dipasok dari PLTA Saguling. Ini sedang diperbaiki. Jadi Suralaya dipasok dari Cilegon yang lebih dekat," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan