Harga Minyak Kembali Turun Setelah Saudi Janji Pulihkan Produksi

Harga Minyak Kembali Turun Setelah Saudi Janji Pulihkan Produksi
Ilustrasi produksi minyak ( Foto: Istimewa )
/ WBP Kamis, 19 September 2019 | 08:39 WIB

New York, Beritasatu.com- Harga minyak turun sekitar dua persen pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (19/9/2019), memperpanjang penurunan hari sebelumnya setelah Arab Saudi mengatakan akan cepat memulihkan produksi secara penuh setelah serangan drone ke fasilitasnya.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November turun US$ 0,95 atau 1,5 persen menjadi US$ 63,60 per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun US$ 1,23 atau 2,1 persen menjadi US$ 58,11 per barel.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat, setelah Kementerian Pertahanan Saudi mengadakan konferensi pers yang menampilkan pesawat tak berawak dan puing-puing rudal merupakan "bukti yang tidak dapat disangkal" dari agresi Iran. Presiden AS Donald Trump pada Rabu (18/9/2019) memerintahkan akan meningkatkan pemberian sanksi terhadap Iran.

Namun Iran membantah terlibat dalam serangan itu.

Amerika Serikat ingin membangun koalisi mitra Eropa dan Arab untuk menghalangi Iran setelah serangan terhadap Arab Saudi.

Stok minyak mentah AS naik 1,1 juta barel pekan lalu, data Badan Informasi Energi (EIA) menunjukkan, dibandingkan dengan ekspektasi analis penurunan 2,5 juta barel. Namun, persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk patokan berjangka, menurun untuk minggu ke-11 berturut-turut minggu lalu, penurunan beruntun terpanjang sejak Agustus 2018.

Minyak mentah juga berada di bawah tekanan setelah Federal Reserve (Fed) AS memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin untuk kedua kalinya tahun ini, mengirim indeks dolar lebih tinggi. Dolar AS yang lebih kuat membuat minyak berdenominasi greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.



Sumber: Reuters, Antara