BPOM Pastikan Styrofoam Aman Digunakan

BPOM Pastikan Styrofoam Aman Digunakan
Kemasan makanan PS Foam ramah lingkungan akan segera diluncurkan tahun depan. Kemasan ini akan terurai dalam lima tahun di alam ( Foto: Ist / Ist )
Ridho Syukro / HK Kamis, 19 September 2019 | 20:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan, kemasan makanan polistirena busa atau yang lebih dikenal dengan nama styrofoam aman digunakan. Kesimpulan itu didapat setelah BPOM melakukan pengujian terhadap 17 sampel styrofoam di tujuh provinsi Indonesia.

"Dari uji tersebut diketahui bahwa styrofoam yang beredar di pasaran aman digunakan sebagai pembungkus makanan selama tidak melebihi batas maksimum, yaitu 1000 ppm," kata Direktur Standarisasi Pangan Olahan BPOM Indonesia Sutanti Siti Namtini di Jakarta, Rabu (18/9).

Sutanti mengatakan, rata-rata batas maksimum styrofoam yang beredar di Indonesia tidak membahayakan. Itu sebabnya, konsumen tidak perlu khawatir membeli makanan yang kemasannya styrofoam. "Jika batasnya sudah melebihi 1000 ppm, tidak aman digunakan. Kebanyakan yang di atas itu digunakan untuk membungkus bahan elektronik seperti televisi, lemari es, hingga mesin cuci," ujar dia.

Dia menegaskan, jika terdapat bahan yang berbahaya untuk kemasan, BPOM akan memberantasnya. "Selama styrofoam tidak melebihi batas 1000 ppm, pengusaha bebas menggunakannya sebagai kemasan atau pembungkus makanan," tutur dia.

Dia menambahkan, banyak informasi yang beredar bahwa styrofoam tidak ramah lingkungan karena sulit terurai. Padahal, sampah styrofoam bisa didaur ulang menjadi pajangan. Sampah styrofoam juga bisa diserahkan ke Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia dan diolah menjadi produk bermanfaat. 



Sumber: Investor Daily