Selain Thomas Cook, Ini 7 Kebangkrutan Terburuk Lainnya

Selain Thomas Cook, Ini 7 Kebangkrutan Terburuk Lainnya
Perusahaan travel dan maskapai Thomas Cook dari Inggris. ( Foto: Ist )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Selasa, 24 September 2019 | 10:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Memiliki nama besar, sejarah panjang dan aset melimpah tidak menjadi jaminan perusahaan akan sukses. Kalah bersaing dan tidak menjalankan good corporate governance bisa menjadi penyebab hancurnya kerajaan bisnis yang dibangun bertahun-tahun.

Pada hari Minggu (22/9/2019), perusahaan travel berusia 178 tahun dari Inggris, Thomas Cook, menyatakan bangkrut setelah gagal mendapatkan pinjaman. Selain Thomas Cook, ada banyak raksasa industri yang menjadi bangkrut, bahkan ada yang dampaknya begitu besar hingga menyebabkan krisis ekonomi global.

Gara-gara Brexit, Perusahaan Berusia 178 Tahun Ini Bangkrut

Berikut adalah tujuh perusahaan besar yang telah menyatakan bangkrut. Salah satunya berhasil bangkit kembali setelah berhasil mendapatkan pembeli. 

1. Toys 'R' Us
Di era kejayaannya di tahun 1980-1990-an, toko mainan Toys 'R' us adalah toko mainan terbesar di dunia. Akan tetapi, persaingan yang ketat dengan Amazon dan Walmart membuat perusahaan ini pailit. Jumat (30/6/2018) lalu adalah hari terakhir Toys 'R' Us karena operasi mereka di Amerika Serikat resmi ditutup.

Toko mainan yang didirikan Charles Lazarus pada 1957 ini mengajukan pailit pada September 2017 lalu. Bangkrutnya Toys 'R' Us juga disebabkan oleh sektor ritel yang kalah bersaing dengan e-commerce yang semakin menjamur. Pada September lalu, Toys 'R' Us mengajukan pailit karena tidak mampu bayar utang ke sejumlah pihak senilai US$ 5 miliar.

Sebanyak 700 toko di Amerika ditutup dan 33.000 karyawannya juga dirumahkan. Lebih miris lagi, karyawan yang dirumahkan tidak akan mendapatkan pesangon karena perusahaan bangkrut. Mereka hanya akan mendapatkan gaji dua bulan dan asuransi kesehatan.

Pailit, Toys 'R' Us Akhirnya Gulung Tikar


2. Takata Corp

Produsen airbag untuk mobil Takata Corp mengajukan perlindungan bangkrut di Tokyo dan AS akibat cacat produksi yang menyebabkan produknya harus ditarik ulang.

Takata mengalami kesulitan menyediakan pengganti untuk cacat produksi pada inflator airbag yang diduga menyebabkan tewasnya 16 orang dan 180 luka-luka. Cacat produksi menyebabkan airbag Takata dapat meledak dan menyebarkan serpihan berbahaya. Penarikan ulang ini diestimasi menghabiskan dana sekitar 1 triliun yen atau US$ 9 miliar.

Airbag Bermasalah, Takata Akhirnya Bangkrut


3. Payless
Peritel sepatu Amerika Serikat Payless menyatakan bangkrut pada Februari 2019. Perusahaan menutup 2.100 toko di AS dan Puerto Rico dalam beberapa bulan setelah menyatakan bangkrut.

Payless didirikan pada 1956 di Kansas dan memiliki lebih dari 18.000 karyawan tersebar di 3.600 cabang di 40 negara, termasuk Indonesia. Menurut keterangan juru bicara Payless, cabang di luar AS dan Amerika Latin tidak terdampak penutupan ini.

Bangkrut di AS, Payless di Indonesia Tetap Buka


4. Monarch Airlines
Sebelum Thomas Cook bangkrut, maskapai penerbangan jarak pendek Monarch Airlines juga menyatakan bangkrut karena mengalami kerugian tahunan hingga lebih dari 100 juta poundsterling. Monarch menyatakan kebangkrutannya pada Senin (2/10/2017), setelah gagal mendapatkan modal segar atau menjual bisnisnya, sehingga membuat pemerintah bergegas melakukan penyelamatan terhadap puluhan ribu penumpangnya yang terlantar di luar negeri. Sementara itu para karyawan Monarch kehilangan pekerjaannya.

5. Sears
Pada Oktober tahun 2018, raksasa ritel AS Sears mengajukan perlindungan kebangkrutan. Penjualan perusahaan berusia 126 tahun itu merosot dari US$ 53 miliar di 2006, menjadi hanya US$ 17 miliar di 2017. Peritel tradisional tersebut tampaknya kalah bersaing dengan e-commerce yang tengah booming.

Sears diselamatkan oleh pemimpin perusahaannya sendiri, Eddie Lampert. Melalui ESL Investments, Lampert membeli Sears dalam lelang senilai US$ 5,2 miliar. Dengan ini, Sears bisa menyelamatkan 400 toko dan 45.000 karyawan.

6. Enron
Pada tahun 2001, perusahaan energi AS, Enron menyatakan bangkrut. Para eksekutif di Enron memanipulasi utang miliaran dolar dan berbohong kepada investor. Ribuan karyawan kehilangan pekerjaan dan uang pensiun. CEO Jeffrey Skilling divonis 24 tahun atas dakwaan penipuan, insider trading dan berbohong ke auditor. Dia dibebaskan awal tahun ini, setelah menjalani hukuman 13 tahun penjara.

7. Lehman Brothers
Lehman Brothers adalah biang kerok krisis ekonomi tahun 2008 yang menyebabkan AS memasuki masa resesi. Ketika skema investasi subprime mortgage lending gagal, dampaknya dirasakan jutaan orang. Sekitar 10 juta orang kehilangan rumah dan 2,6 juta orang kehilangan pekerjaan.

Ketika bangkrut, Lehman Brothers memiliki aset US$ 639 miliar dan utang US$ 619 miliar, terbesar dalam sejarah kebangkrutan di dunia. Kehancuran Lehman juga menghapus US$ 10 triliun dari kapitalisasi pasar modal global pada Oktober 2008.



Sumber: BeritaSatu.com