Bersaing di Startup Syariah, GoHalalGo Luncurkan Aplikasi Bergerak

Bersaing di Startup Syariah, GoHalalGo Luncurkan Aplikasi Bergerak
CEO GoHalalGo Hega Bernoza ( Foto: GoHalalGo / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Senin, 7 Oktober 2019 | 16:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Tren bisnis syariah segera direspons GoHalalGo yang telah berintegrasi dengan aplikasi bergerak. Di aplikasi ini, para pengguna bisa mengakses berbagai layanan seperti peralatan muslim dan market place penyedia jasa paket haji, umrah, serta wisata halal.

CEO GoHalalGo Hega Bernoza mengklaim memiliki jasa layanan penyedia paket haji dan umrah terbesar di Indonesia. Saat ini, GoHalalGo telah menjalin mitra kerja sama dengan 40 Perusahaan Penyelenggara Umrah Indonesia (PPIU) dengan menyediakan sekitar 500 paket umrah.

“Seluruh paket yang tersedia di aplikasi kami seluruhnya terhubung secara real time dengan perusahaan penyelenggara haji dan umrah,” kata Hega kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/10) seraya menargetkan hingga maret tahun 2020 akan terkumpul 200 PPIU.

Guna memudahkan para calon jemaah, GoHalalGo memberikan fasilitas cicilan nol persen (0%) dengan menggandeng sejumlah bank syariah. Alternatif jangka waktu pinjaman pun beragam, mulai dari 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan.

“Saat ini, yang sudah terjalin kerja sama dengan kartu kredit BNI Syariah. Guna memperluas pasar, kami tengah menjalin kerja sama dengan 8 bank syariah lainnya,” ujarnya.

Pembiayaan Haji dan Umrah

Selain perbankan, Hega menambahkan pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan multifinancial atau fintech bagi kemudahan pembiayaan haji dan umrah. Namun diprioritaskannya penggunaan kartu kredit, lantaran cara pembiayaan ini minim risiko gagal bayar.

Hega meyakini perusahaan GoHalalGo mampu bersaing dengan startup sejenis lainnya. Pasalnya, ke depan pasar syariah akan semakin berkembang lantaran Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Dia pun memprediksi pasar umrah akan tumbuh sekitar 20% per tahun.

“Saat ini, banyak masyarakat yang mulai hijrah untuk mengetahui secara detail tentang Islam. Masyarakat sudah mulai selektif belajar agama sesuai keyakinannya,” katanya.

Dari sisi bisnis, GoHalalGo, lanjut Hega, berbeda degan startup lainnya. Dengan strategi pemasaran yang diterapkan, ia memperkirakan jasa GoHalalGo akan diterima oleh masyarakat, khususnya kaum muslim.

Hega pun menargetkan untuk tahap awal bisa menjalin mitra di seluruh wilayah Jabodetabek dan Jawa Tengah. Target itu akan terwujud dengan memperdayakan ekonomi umat, berkaloborasi secara teknologi dan pemasaran.

“Masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya produk halal dalam kehidupannya. Perkembangannya cukup pesat. Banyaknya dakwah di berbagai kota ikut mendorong masyarakat beralih ke produk halal dan sistem syariah,” tutup Hega.



Sumber: Suara Pembaruan