Oneject Indonesia Bangun Pabrik Berkapasitas 1,2 M Jarum Suntik

Oneject Indonesia Bangun Pabrik Berkapasitas 1,2 M Jarum Suntik
Ilustrasi jarum suntik. ( Foto: Ist / Ist )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 7 Oktober 2019 | 16:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Produsen alat kesehatan, PT Oneject Indonesia melakukan pembangunan pabrik keduanya dengan investasi Rp 350 miliar di Cikarang, Bekasi, Senin (7/10/2019). Pabrik ini berkapasitas produksi 900 juta alat suntik sekali pakai (auto disable syringe) per tahun, dan 1,2 miliar jarum suntik dengan pengaman (safety needle) per tahun. Selain kedua produk tersebut pabrik ke-2 Oneject Indonesia ini juga memproduksi fasilitas sterilisasi alat kesehatan.

"Pembangunan pabrik ini dalam rangka menyambut 2020 sebagai tahun yang dicanangkan WHO untuk penggunaan alat suntik aman di seluruh dunia," kata Direktur Utama PT Oneject Indonesia, Jahja Tear Tjahjana, Senin.

Jahja Tear Tjahjana menjelaskan, aman yang dimaksud adalah bukan hanya untuk pasien, yaitu alat suntik sekali pakai, tetapi juga bagi petugas kesehatan, karena menggunakan pelindung jarum. "Hal ini membuat petugas kesehatan mudah menutup kembali jarum suntik yang telah dipakai, tanpa risiko tertusuk," kata Jahja Tear Tjahjana.

Selain itu, menunjang program pemerintah memperluas penggunaan alat kesehatan dalam negeri. "Rasio penggunaan jarum suntik terhadap jumlah penduduk di Indonesia, cenderung membaik, seiring bagusnya pelayanan pemerintah," kata Jahja Tear Tjahjana.

Jahja Tear Tjahjana menambahkan pabrik ke-2 yang mulai dibangun ini akan memproduksi alat suntik model baru yang telah ditemukan Marc Koska dari Inggris, yaitu Apiject berupa alat suntik terisi awal, atau prefill syringes yang terbuat dari plastik. "Sementara yang sudah beredar selama ini terbuat dari gelas/kaca," kata Jahja Tear Tjahjana.

Adapun keuntungan Apiject atau plastic prefill syringes ini antara lain praktis sekaligus aman, karena tidak diperlukan lagi vial/multidose yang selama ini digunakan. Dari sisi harga, jauh lebih murah dibanding berbahan dasar gelas. "Jarum suntik ini juga tahan banting, sehingga dapat dikirim melalui drone, untuk daerah terpencil," kata Jahja Tear Tjahjana

Dia mengatakan, kandungan lokal alat suntik yang diproduksi PT Oneject Indonesia sudah sekitar 60 persen. "Kami berupaya meningkatkan prosentasinya," kata Jahja Tear Tjahjana.

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek berharap pengembangan pabrik baru itu bisa meningkatkan daya saing prodik Oneject Indonesia. Dengan begitu, produk lokal bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal itu sejalan dengan Instruksi Presiden No. 6/2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.



Sumber: BeritaSatu.com