Pemerintah Tawarkan KPBU Pembangunan Bandara Singkawang

Pemerintah Tawarkan KPBU Pembangunan Bandara Singkawang
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kiri) bersama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly (keempat kiri) didampingi Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie (kedua kiri) memotong pagar pintu masuk ke kawasan lahan pembangunan bandara, di Singkawang, Kalbar, 18 Februari 2019. Pembangunan bandara baru di Kota Singkawang yang akan memiliki landasan pacu ultimate sepanjang 2.500 meter dan mampu menampung pesawat Boeing 737-900 ER tersebut ditargetkan akan selesai pada 2022 ( Foto: Antara / David )
Thresa Sandra Desfika / FER Senin, 7 Oktober 2019 | 18:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah mulai menawarkan proyek pembangunan Bandara Singkawan, Kalimantan Barat dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Hal tersebut ditandai dengan penyelenggaraan market sounding proyek KPBU pembangunan dan pengoperasian Bandara Singkawang di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Baca Juga: Singkawang Didorong Jadi KEK Pariwisata

"Sebagaimana visi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa konektivitas dibangun dengan paradigma Indonesia sentris. Dengan wilayah Indonesia yang begitu luas dan APBN yang terbatas, dibutuhkan peran serta investor dari swasta baik dalam negeri maupun luar negeri untuk turut serta membangun infrastruktur transportasi di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” jelas Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di sela acara market sounding Bandara Singkawang.

Budi Karya mengungkapkan, proyek pembangunan Bandara Singkawang merupakan proyek pembangunan bandara pertama di Indonesia yang menggunakan skema KPBU sejak awal pembangunan.

"Sebelumnya, KPBU dilakukan juga pada proyek pengembangan bandara di Labuan Bajo. Bandaranya sudah kita bangun, baru setelah itu dikerja samakan dengan skema KPBU untuk pengembangannya. Tetapi kalau Bandara Singkawang ini mulai dari nol, dan ini bisa dijadikan contoh daerah lain,” ujar Budi.

Baca Juga: Tingkatkan Pariwisata, Kalbar Butuh Bandara Baru

Dalam acara market sounding ini, hadir sebanyak 189 perusahaan baik dari dalam maupun luar negeri yang merupakan pelaku usaha yang sudah mempunyai pengalaman di bidang transportasi udara.

Pembangunan bandara ini rencananya akan dimulai pada tahun 2020 dan ditargetkan selesai pada tahun 2022 untuk pembangunan tahap pertama. Rencananya, bandara tersebut akan memiliki runway sepanjang 2.250x45 meter, 2 taxiways dengan dimensi 199,5 x 18 meter. Selain itu, juga akan mempunyai luas terminal 12.500 meter persegi (m2) dan terminal kargo sebesar 1.036 m2.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong, menjelaskan, pembangunan infratruktur transportasi dengan skema KPBU sangat diperlukan dalam keadaan ekonomi Indonesia saat ini.

"Pembangunan infrastruktur harus jalan terus. Dengan skema KPBU ini, diharapkan dapat menjadi terobosan guna menopang daya saing bangsa kita dan mengatasi keterbatasan APBN kita untuk membangun infrastruktur,” ungkap Thomas Lembong.

Sedangkan, Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengatakan, pembangunan Bandara Singkawang ini sebagai wujud dari mimpi masyarakat Kota Singkawang terhadap kesediaan akses transportasi. Selain itu, kecepatan waktu juga sangat diperlukan masyarakat dalam menunjang perkembangan ekonomi di Kota Singkawang dan wilayah sekitarnya.

“Bandara Singkawang sudah siap dan layak dibangun untuk memenuhi impian masyarakat Singkawang khususnya dan masyarakat Kalimantan Barat pada umumnya. Mimpi itu adalah mimpi ketersediaannya akses dengan efisien daripada akses yang ada pada saat ini, kecepatan waktu sangat diperlukan untuk menunjang perkembangan berbagai kegiatan ekonomi di kota Singkawang dan di wilayah sekitarnya," ucap Tjhai.



Sumber: BeritaSatu.com