Indonesia-Belanda Dorong Penguatan Kapasitas Petani Sawit

Indonesia-Belanda Dorong Penguatan Kapasitas Petani Sawit
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan PM Belanda Mark Rutte, sebelum pertemuan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin 7 Oktober 2019. ( Foto: Antara Foto / Akbar Nugroho Gumay )
Aichi Halik / AHL Senin, 7 Oktober 2019 | 21:38 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dukungan Pemerintahan Kerajaan Belanda terhadap pasar sawit di Uni Eropa.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam keterangan pers bersama Perdana Menteri (PM) Belanda, Mark Rutte, di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (7/10/2019).

“Saya juga menghargai kerja sama yang baru saja ditandatangani oleh Indonesia dan Belanda di New York, tanggal 26 September 2019 yang lalu, mengenai pengembangan kapasitas petani sawit untuk menghasilkan kelapa sawit yang baik,” kata Jokowi.

Sebelumnya, Indonesia dan Belanda menandatangani nota kesepahaman pengembangan produksi kelapa sawit berkelanjutan di sela-sela Sidang Majelis Umum ke-74 PBB di New York, Kamis (26/9/2019).

"Satu concern yang disampaikan Presiden adalah mengenai kelapa sawit, dan untuk ini baru saja minggu lalu di New York saya menandatangani MoU untuk penguatan kapasitas petani kecil sawit agar dapat memproduksi sawit yang sustainable," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai mendampingi Presiden Jokowi.

Menurut Retno, nota kesepahaman (MoU) itu ditandatangani bersama dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda, Sigrid Kaag.

Kerja sama ini, kata Retno, bertujuan mendukung upaya penguatan kapasitas petani sawit skala kecil Indonesia, khususnya dalam memenuhi sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Kemitraan program yang diatur pada perjanjian ini, antara lain mendorong produktivitas kelapa sawit berkelanjutan serta upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, diharapkan pula akan semakin meningkatkan kesejahteraan petani sawit skala kecil Indonesia.



Sumber: BeritaSatu TV