Indonesia Gelar Forum Bisnis dengan 4 Negara Eropa Tengah

Indonesia Gelar Forum Bisnis dengan 4 Negara Eropa Tengah
Dari kiri ke kanan: Direktur Eropa II Ditjen Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Hendra Halim, Plt Dirjen Amerika dan Eropa sekaligus Plt Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah, Duta Besar Polandia untuk Indonesia Beata Stoczynska, Dubes Hungaria untuk Indonesia Judit Pach, Dubes Ceko untuk Indonesia Ivan Hotek, dan Dubes Slovakia untuk Indonesia Jaroslav Chlebo saat memberi paparan kepada media di Jakarta, Selasa (8/10/2019), terkait pelaksanaan forum bisnis. ( Foto: Suara Pembaruan / Natasia Christy )
Natasia Christy Wahyuni / FMB Selasa, 8 Oktober 2019 | 15:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia akan menggelar forum bisnis dengan empat negara di kawasan Eropa Tengah pada 17 Oktober 2019. Keempat negara yang dikenal sebagai Visegrad Four (V4) adalah Republik Cek, Hungaria, Polandia, dan Slovakia.

Forum bisnis bertajuk “Indonesia-Visegrad Group Business Forum 2019” ini baru pertama kali dilakukan dengan memanfaatkan kehadiran para pengusaha negara V4 pada Trade Expo Indonesia 2019 yang digelar tanggal 16-20 Oktober 2019 di Serpong, Tangerang Selatan.

“Ini salah satu program prioritas kementerian luar negeri, sebagai penerjemahan atas dorongan bapak presiden dan menteri luar negeri agar kebijakan diplomasi ekonomi semakin diperkuat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Amerika dan Eropa sekaligus Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Faizasyah mengatakan interaksi ekonomi antara Indonesia dan kawasan V4 masih sangat terbatas. Padahal, prospek kerja sama termasuk menjanjikan karena tingkat pertumbuhan ekonomi negara-negara Visegrad melaju pesat dengan rata-rata 4,1 persen atau jauh di atas rata-rata Uni Eropa (UE), yaitu kurang lebih 2 persen. Kelompok negara V4 ini juga memiliki posisi tawar yang semakin mengemuka di dalam UE.

“Interaksi ekonomi antara Indonesia dan Visegrad Four ini sudah terjadi. Misalnya pembiayaan kredit mikro, proyek pembangkit listrik 1.000 megawatt di Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh perusahaan dari Polanda, PT Telkom juga sudah berivestasi di Hungaria,” kata Faizasyah.

Duta Besar Polandia untuk Indonesia Beata Stoczynska mengatakan dua bidang kerja sama yang penting antara Polandia dan Indonesia adalah pariwisata dan pendidikan. Dia mengakui Indonesia menjadi target potensial wisatawan karena bertumbuhnya kelompok kelas menengah.

Terkait rendahnya volume perdagangan Indonesia dan negara-negara V4, Stoczynska mengatakan akses pasar menjadi salah satu kendala, khususnya untukk produk-produk pertanian. Selama ini, ujarnya, Indonesia sudah terbuka untuk produk olahan susu, tapi akses masih sulit untuk sayuran dan daging.

“Prosedur lama dan tidak jelas, sangat membingungkan sehingga para pengusaha kami sedikit frustasi. Kami masih berharap Kesepakatan Kemitraan Ekonomi antara Indonesia dan UE bisa memperbaiki itu,” kata Stoczynska.

Volume perdagangan Indonesia dan V4 pada 2018 sekitar US$ 1 miliar (Rp 14 triliun). Kerja sama yang berkembang antara kedua pihak adalah ekspor produk-produk manufaktur Indonesia.

Dia menambahkan tantangan lainnya adalah masalah geografis. Warga Polandia lebih suka melakukan kesepakatan dengan pasar UE, salah satunya Jerman yang merupakan mitra ekonomi terbesar Polandia untuk perdagangan dan investasi. “Indonesia belum cukup dijajaki, sehingga ini tugas kami untuk mengelaborasinya,” ujar Stoczynska.

Dubes Hungaria untuk Indonesia Judit Pach mengatakan negaranya unggul dalam teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dia mencontohkan Bank Danamon memakai sistem core banking dari Hungaria, serta teknologi lainnya seperti mobile money.

“IT dan teknologi sangat penting untuk Indonesia dan kawasan kami karena kita bicara industri 4.0,” kata Pach. 



Sumber: Suara Pembaruan