Ini Langkah Pemerintah Wujudkan Making Indonesia 4.0

Ini Langkah Pemerintah Wujudkan Making Indonesia 4.0
Sekretaris Jenderal Kemperin Achmad Sigit Dwiwahjono. ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 8 Oktober 2019 | 17:06 WIB

Padang, Beritasatu.com - Pemerintah telah menjalankan sejumlah langkah strategis untuk mendukung percepatan adopsi industri 4.0 sebagai tindak lanjut peluncuran Making Indonesia 4.0 oleh Presiden Joko Widodo pada April 2018 lalu.

"Kita sudah memulai untuk meunju era industri 4.0," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemperin) Achmad Sigit Dwiwahjono pada acara Workshop Pendalaman Kebijakan Industri di Padang, Selasa (8/10/2019).

Langkah tersebut antara lain meluncurkan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) atau indikator penilaian tingkat kesiapan industri di Indonesia dalam menerapkan teknologi era industri 4.0. Selanjutnya, Indonesia ditunjuk menjadi official partner country pada Hannover Messe 2020 yang merupakan platform strategis untuk mengkampanyekan Making Indonesia 4.0 secara global. “Beberapa waktu lalu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto turut melaksanakan kick-off pameran teknologi terbesar dunia tersebut yang akan diselenggarakan enam bulan dari sekarang,” ungkap Achmad Sigit Dwiwahjono.

Sambut Industri 4.0, Lima Sektor Manufaktur Jadi Prioritas

Kemperin juga mendorong tumbuhnya bisnis rintisan melalui program Making Indonesia 4.0 Start-Up yang bertujuan menggali ide-ide inovasi dari perusahaan start-up berbasis teknologi yang dapat mendukung pelaku industri kecil menengah (IKM) maupun menyuplai teknologi bagi para investor.

Bahkan, untuk memanfaatkan peluang bonus demografi di era industri 4.0, pemerintah berkomitmen menyiapkan SDM industri melalui beragam fasilitas, seperti insentif pajak super melalui Peraturan Pemerintah No. 45/2019 yang memberikan potongan pajak hingga 200 persen untuk investasi terkait pengembangan pendidikan vokasi, 300 persen untuk riset dan pengembangan (RnD), serta 60 persen untuk industri padat karya.

Ketua OJK: Kewirausahaan Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Sigit menegaskan, Indonesia menargetkan menjadi manufacturing hub regional dan basis produksi bagi produsen global untuk kebutuhan domestik maupun pasar ekspor. “Beberapa sektor industri yang telah memiliki kedalaman struktur mulai dari hulu hingga hilir, adalah industri otomotif, tekstil dan pakaian, makanan dan minuman, logam dasar, dan industri kimia,” sebut Achmad Sigit Dwiwahjono.

Kemperin mencatat, sektor industri manufaktur masih menjadi pendukung utama ekonomi Indonesia. Hingga Juli 2019, total ekspor produk manufaktur mencapai US$ 71,67 miliar atau 74,82 persen dari total ekspor nasional sebesar US$ 95,79 miliar, sedangkan investasi di sektor ini sebesar Rp 104 triliun. Pada kuartal II-2019, kontribusi sektor industri pengolahan terhadap total PDB nasional sebesar 19,52 persen.

“Secara global, kinerja sektor manufaktur kita menunjukkan arah perkembangan yang cukup baik. Berdasarkan publikasi UNIDO, peringkat daya saing sektor industri Indonesia menunjukkan tren yang cukup baik sehingga mampu berada di urutan ke-38 pada tahun 2018 dari 150 negara,” kata Achmad Sigit Dwiwahjono.



Sumber: BeritaSatu.com