YLKI Dorong Pemerintah Wajibkan Penggunaan BBM Berkualitas

YLKI Dorong Pemerintah Wajibkan Penggunaan BBM Berkualitas
SPBU Pertamina di Papua. ( Foto: Dok Pertamina )
Asni Ovier / AO Rabu, 9 Oktober 2019 | 08:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah perlu mewajibkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas, termasuk untuk mesin diesel. Hal ini terkait dengan kebijakan pembatasan pembelian solar bersubsidi, yang akhirnya dicabtu.

"Untuk kota Jakarta, hukumnya wajib," kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi di Jakarta, Selasa (9/10/2019). Dikatakan, pembatasan solar subsidi tidak memecahkan persoalan, bahkan di lapangan hanya menyulitkan dan membuat potensi munculnya persoalan menjadi sangat besar.

"Oleh karena itu, jika konteksnya terkait polusi, sudah saatnya pemerintah mewajibkan penggunaan BBM berkualitas tinggi, termasuk solar," kata Tulus. Selain itu, ujarnya, akan lebih adil kalau dilakukan penyesuaian harga solar karena bisa lebih menjamin ketersediaan dibandingkan melakukan pembatasan.

Menurutnya, sudah saatnya pemerintah mulai menghitung harga BBM nasional, termasuk solar, terkait harga minyak mentah dunia. Lebih baik barang ada walau harga naik, daripada harga tetap tetapi barang tidak ada. "Seharusnya harga BBM memang disesuaikan dengan harga keekonomian, kecuali untuk kelompok khusus, misalnya nelayan,” lanjutnya.

Dikatakan, dari sudut pandang konsumen, pembatasan penggunaan solar memang memiliki banyak kerugian, antara lain mengganggu distribusi pasokan logistik, yang ujung-ujungnya dapat mengakibatkan kenaikan harga-harga. Konsumen yang akan menanggung rugi, karena harus menanggung inefisiensi akibat kenaikan harga tersebut.

Sementara, Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan juga mengatakan, peralihan penggunaan solar subsidi ke nonsubsidi bisa menjadi solusi. Terkait hal itu, dia meminta Pemerintah kembali menggalakkan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan solar non subsidi.

Peran Pemerintah, tambahnya, sangat penting, karena banyak pengguna mobil pribadi seperti Pajero, Fortuner, dan bahkan Innova diesel, yang masih menggunakan solar subsidi. Menurut dia, saat ini banyak konsumen berpendapat bahwa mesin diesel lebih kuat dan bandel dibandingkan mesin non diesel, dalam artian bagi mereka tidak ada masalah ketika memakai BBM murah seperti solar subsidi.

Padahal dengan menggunakan solar non subsidi, lanjutnya, biaya perawatan jauh lebih murah, usia mesin lebih awet, dan membuat mesin juga lebih lembut dan bertenaga. “Dengan menggunakan Pertamina Dex dan Dexlite yang kadar sulfurnya lebih rendah, maka akan membuat mesin lebih awet dan meringankan biaya perawatan serta tidak menimbulkan polusi asap hitam dan suara mesin lebih lembut dibandingkan memakai solar subsidi,” kata dia.

Menurut Mamit, karut-marut solar subsidi memang seperti tak ada hentinya, termasuk yang terakhir, ketika Pemerintah kembali mencabut aturan mengenai pembatasan penggunaan solar subsidi. Padahal, pencabutan pembatasan penggunaan solar subsidi tersebut akan merugikan Pemerintah.

Hal itu menyebabkan penggunaan solar subsidi menjadi tidak terkontrol, karena secara otomatis setiap orang bisa menggunakan solar subsidi tersebut. “Bisa jebol dan otomatis beban APBN pasti meningkat,” kata Mamit.



Sumber: Suara Pembaruan