Tatalogam Optimistis Tembus Pasar Baja Amerika

Tatalogam Optimistis Tembus Pasar Baja Amerika
Pabrik baja PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group) di Delta Silicon, Lippo Cikarang. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / FER Jumat, 11 Oktober 2019 | 20:20 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Masuknya baja impor dari Tiongkok ke Indonesia membuat sejumlah produsen baja lokal menurunkan produksinya. Bahkan, sejumlah produsen baja lokal akhirnya gulung tikar karena tak mampu bersaing dengan baja impor.

Baca Juga: Buka Pabrik Baru, Tatalogam Ekspansi ke Industri Hulu

Menghadapi persoalan itu, PT Tatalogam tak diam menerima keadaan, berkomunikasi dengan pemerintah terkait pun dilakukan, seperti Kementerian Perindustrian (Kemperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemdag). Tatalogam percaya diri dalam memasarkan produknya yang berstandar nasional Indonesia (SNI) secara konsisten.

"Kami janjikan kepada pelanggan-pelanggan dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, selalu kami dahulukan. Jadi, sampai sekarang pun tidak ada sama sekali complain (terkait kulitas)," ujar Vice Presiden Tatalogam, Stephanus Koeswandi, Jumat (11/10/2019).

Saat ini, pemerintah mewajibkan penggunaan tulang baja konstruksi bangunan memiliki label SNI. Hal itu, sesuai Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 14 Tahun 2018 yang diturunkan lagi menjadi Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 13 Tahun 2019.

Baca Juga: Tatalogam Dukung Pemusnahan Produk Baja Ringan Palsu

"Selama 25 tahun kami sudah mengatapi nusantara, dan kami berencana 25 tahun ke depan akan mengatapi seluruh dunia. Dan, kami sudah mulai dari adanya sertifikasi TSM yang menyatakan bahwa produk Tatalogam telah memenuhi standar Amerika. Jadi, kami dalam beberapa bulan ke depan akan merambah ke pasar Amerika dan negara lainnya," kata Stephanus.

Salah satu distributor Tatalogam, Soetedjo dari CV Multimandiri, di Papua mengatakan bahwa selama ini produk baja dari PT Tatalogam tidak pernah ada keluhan. "Kualitas terjaga, setiap tahun ada inovasi yang baru dan mutunya terjaga," ungkapnya.

Sejak 1994, Tatalogam mulai produksi genteng metal pertamanya dengan merek Multi Roof. Sebagai pemegang hak paten genteng logam 2 susun pada waktu itu, Multi Roof menjadi pilihan utama konsumen di Indonesia.



Sumber: Suara Pembaruan