Berdayakan UMKM, Karya Pandawa Siapkan Program Bantuan

Berdayakan UMKM, Karya Pandawa Siapkan Program Bantuan
Usaha PD Bagus Jaya yang bergerak dibidang pembuat kayu lapis (plywood) yang mendapat bantuan dari program PT Karya Pandawa Sampurna. (Foto: istimewa)
Iman Rahman Cahyadi / CAH Sabtu, 12 Oktober 2019 | 14:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tantangan dalam dunia usaha saat ini semakin kompleks. Selain perlambatan ekonomi, ancaman resesi, hingga perang dagang yang tak kujung usai menjadi kekhawatiran pelaku bisnis. Sementara di tingkat akar rumput, persoalan klasik seperti upah tenaga kerja, suplai bahan baku yang tidak lancar, serta pembayaran yang terkadang tidak tepat waktu, membuat usaha kerap tersendat, hingga sulit berkembang.

Kondisi ini disadari betul oleh Karya Pandawa Sampurna yang menyediakan program bantuan kepada pengusaha usaha mikro kecil menengah (UMKM). Program bantuan yang disediakan Karya Pandawa tidak berupa uang, tetapi penyediaan bahan baku.

"Dengan program ini, tidak ada lagi kendala produksi hanya karena belum mampu beli bahan baku karena ketiadaan dana. Mudah-mudahan bisa bermanfaat buat usaha kecil menengah," ujar Direktur Karya Pandawa Sampurna Muhammad Nabiel, Sabtu (12/10/2019).

Salah satu perusahaan yang sudah merasakan nyata bantuan dari Karya Pandawa adalah PD Bagus Jaya yang bergerak dibidang  pembuat kayu lapis (plywood). Perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Pesawarn Lampung ini, sebulan memiliki omzet antara Rp 3-5 miliar. Namun kini, perusahaan milik Chandra ini, saat ini menghadapi cashflow yang tersendat akibat tempo pembayaran yang lama dari perusahaan mitra yang membeli produknya.

Tersendatnya pembayaran ini membuat jaya bagus sulit untuk menembus pasar internasional, di tengah permintaan yang cukup besar. Situasinya seperti ini, ketika ada permintaan dalam jumlah besar, namun perusahaan tidak bisa berbuat banyak atau berproduksi karena ketiadaan bahan baku, yang dipicu tidak ada dana.

Sejalan dengan persoalan ini, Karya Pandawa hadir memberikan bantuan berupa pengadaan bahan baku kayu untuk produksi, dengan sistem pembayaran secara berjangka. "Sehingga usaha kayu Bagusan Jaya dapat terus berproduksi, meski cash flow tersendat. Pembayaran dilakukan dalam tempo 5 minggu, sehingga harapannya dapat menunjang aliran dana dalam perusahaan karena lancarnya produksi dan pemenuhan order dari konsumen," jelas Nabiel.



Sumber: BeritaSatu.com