Bandara Nop Goliat Didorong Jadi Hub Pedalaman Papua

Bandara Nop Goliat Didorong Jadi Hub Pedalaman Papua
Menhub Budi Karya Sumadi tengah berbincang dengan masyarakat di Yakuhimo, Papua terkait peresmian Bandara Nop Goliat. ( Foto: istimewa )
Thresa Sandra Desfika / FER Senin, 14 Oktober 2019 | 15:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) mendorong Bandara Nop Goliat di Dekai, Papua sebagai hub dari dan menuju daerah-daerah pedalaman Papua. Saat ini, peran sebagai tersebut dilayani Bandara Wamena, Jayawijaya yang kini sudah kekurangan kapasitas.

Baca Juga: Jembatan Udara Bisa Tekan Disparitas Harga di Papua

"Kalau sekarang ini tengah Papua itu diwakili oleh Wamena, tapi posisi Wamena di ketinggian dan sudah overloaded. Bandara Dekai panjang landasan pacunya sudah 2.300 meter dan bisa sampai 2.500 meter serta tanahnya datar jadi ideal sekali. Yang akan datang kita inginkan distribusi logistik itu juga dari dan ke Dekai," sebut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam keterangannya, Senin (14/10/2019).

Menhub menambahkan, alasan lain memilih Bandara Nop Goliat sebagai hub karena Dekai bisa dicapai dari Asmat dan Mappi (Papua) melalui sungai sehingga dapat meningkatkan muatan logistik untuk didistribusikan ke pedalaman Papua melalui Dekai.

Baca Juga: Menhub Akan Bertemu Kepala Daerah se-Papua Bahas Konektivitas

Budi Karya menuturkan, Dekai bisa menjadi alternatif karena untuk mengatasi masalah kekurangan kapasitas di Bandara Wamena membutuhkan dana besar, yakni Rp 1,8 triliun. Anggaran tersebut diperlukan untuk perpanjangan landasan hingga pengerukan.

"Tetapi kalaupun akan dikembangkan, kita akan batasi sesuai dengan kemampuan. Kita tidak akan memaksakan suatu rekayasa konstruksi yang mahal," imbuh Budi.



Sumber: BeritaSatu.com