Investor Beralih ke Safe Haven, Emas Menguat

Investor Beralih ke Safe Haven, Emas Menguat
Ilustrasi emas. ( Foto: Antara )
/ WBP Selasa, 15 Oktober 2019 | 08:25 WIB

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (15/10/2019), karena investor beralih ke pembelian safe haven. Kenaikan itu juga setelah bank sentral AS, Federal Reserve AS pada pekan lalu mengumumkan akan mulai memperluas neraca keuangannya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik US$ 8,9 atau 0,6 persen, menjadi US$ 1.497,6 per ounce.

Namun, kenaikan emas dibatasi greenback yang lebih kuat. Indeks dolar AS, yang mengukur uang terhadap enam mata uang saingannya, naik 0,2 persen menjadi 98,5 pada pukul 17.30 GMT.

Dolar AS menguat seiring dengan kenaikannya terhadap pound Inggris, karena investor memantau perkembangan Brexit.

Analis mengatakan pound Inggris mulai turun setelah Inggris dan Uni Eropa (UE) mengatakan pada akhir pekan ada jalan panjang sebelum menyetujui kesepakatan Brexit.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 16,6 sen atau 0,95 persen, menjadi US$ 17,71 per ounce. Platinum pengiriman Januari turun US$ 0,9 atau 0,1 persen, menjadi US$ 899,4 per ounce.

Baca juga: Emas lanjutkan kenaikan untuk hari ketiga beruntun

Harga emas berjangka turun pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah sehari sebelumnya jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu, karena kenaikan di pasar saham AS merusak daya tarik logam mulia sebagai aset safe haven.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 12,2 dolar AS atau 0,81 persen, menjadi ditutup pada 1.488,7 dolar AS per ounce pada akhir pekan lalu (11/10/2019).



Sumber: Xinhua, Antara