Wall Street Menguat Ditopang Laporan Laba Perusahaan

Wall Street Menguat Ditopang Laporan Laba Perusahaan
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 16 Oktober 2019 | 08:34 WIB

New York, Beritasatu.com- Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Selasa malam waktu setempat atau Rabu pagi WIB (16/10/2019) ditutup menguat.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 237,4 poin (0,89 persen) mencapai 27.025, Nasdaq composite index naik 100,1 (1,24 persen) mencapai 8.149, sedangkan S&P 500 index naik 29,5 poin (1,00 persen) mencapai 2.996.

Dow Jones melonjak lebih dari 200 poin, ditutup kembali di atas 27.000 menyusul musim pendapatan perusahaan kuartal ketiga yang kuat, termasuk kenaikan laba JP Morgan.

Musim pelaporan laba dimulai oleh rilis kinerja perusahaan yang lebih kuat dari yang diperkirakan yakni JP Morgan Chase, Johnson & Johnson, UnitedHealth, BlackRock, dan Citigroup. Namun hasil kurang menggembirakan dialami Goldman Sachs dan Wells Fargo.

Sebagian besar saham-saham unggulan atau bluechips memperpanjang kenaikan dengan saham UnitedHealth Group dan JPMorgan Chase masing-masing melonjak 8,16 persen dan 3,01 persen, memimpin kenaikan.

Di sisi ekonomi, aktivitas bisnis tumbuh sedikit di Negara Bagian New York, menurut hasil Survei Manufaktur Negara Bagian New York Oktober 2019 yang dirilis Senin (14/10/2019).

Indeks manufaktur Empire State New York (Negara Bagian New Yor) naik dua poin menjadi 4,0 dari September, didorong meningkatnya pengiriman dan sedikit peningkatan pesanan baru.

Indeks tersebut menilai prospek enam bulan yang menunjukkan bahwa optimisme kondisi masa depan agak membaik tetapi tetap lemah.

Sementara para investor mencerna perkiraan penurunan pertumbuhan ekonomi global oleh Dana Moneter Internasional (IMF), yang dipatok 3 persen untuk 2019, menandai laju paling lambat sejak krisis keuangan global. Pertumbuhan itu diperkirakan turun 0,2 poin persentase dari estimasi pada Juli, menurut laporan Prospek Ekonomi Dunia terbaru yang dikeluarkan pada Selasa (15/10/2019).

Perkiraan terbaru ini diperlemah meningkatnya hambatan perdagangan dan meningkatnya ketegangan geopolitik, tulis kepala ekonom IMF Gita Gopinath dalam sebuah posting blog.



Sumber: Reuters