Peluncuran IFSI Sebagai Komitmen Guna Menunjang Bisnis Makanan

Peluncuran IFSI Sebagai Komitmen Guna Menunjang Bisnis Makanan
Peluncuran Indonesian Food Safety Institute (IFSI) dalam acara Trade Expo Indonesia 2019. ( Foto: dok )
Yudo Dahono / YUD Senin, 21 Oktober 2019 | 09:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Konsumen memiliki hak untuk mengetahui bahwa makanan yang mereka makan aman, diproduksi secara legal, serta berkelanjutan. Negara-negara besar seperti Uni Eropa, Amerika, serta Australia seringkali mengimpor makanan dari Indonesia.

Negara tersebut memiliki perhatian yang sangat besar terhadap hak-hak konsumen namun seringkali memiliki ketidakpercayaan terhadap negara pengimpor, salah satunya Indonesia. Hal ini menyebabkan persyaratan serta proses sertifikasi yang harus dipenuhi oleh Indonesia sebagai negara pengimpor memakan biaya yang cukup tinggi.

Hal ini kemudian menimbulkan masalah baru, yakni tingginya angka penipuan terkait produk makanan impor. Tak jarang sering dilakukan pengurangan berat produk, penambahan air, bahkan penggunaan bahan kimia yang terlarang. Indonesian Food Safety Institute (IFSI) yang merupakan organisasi yang kemudian diluncurkan untuk menghadapi tantangan ini. Peluncuran IFSI dilaksanakan dalam acara Trade Expo Indonesia 2019 yang dilaksanakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang.

"Salah satu alasan kegagalan dalam mematuhi peraturan yang ada adalah kurangnya keterampilan teknis dan pengetahuan dalam persyaratan hukum yang diperlukan untuk memastikan keamanan pangan. Oleh karena itu IFSI muncul untuk menetapkan kode etik dan standar serta menyediakan keterampilan teknis yang diperlukan pada operator bisnis makanan," ujar Direktur Eksekutif IFSI Evelyn Nusalim melalui keterangan, Senin (21/10/2019).

Menurutnya, pelatihan keterampilan teknis mengenai perawatan dan pemrosesan produk makanan yang benar dapat meningkatkan produktivitas usaha. Selain itu, pelaku usaha juga dapat lebih memahami persyaratan hukum diperlukan untuk dapat mengimpor produk makanan ke negara yang dituju.

Masih dalam acara yang sama, Presiden Direktur PT Mutuagung Lestari Arifin Lambaga mengatakan bahwa komunitas maupun organisasi yang bergerak dalam bidang keamanan pangan dianggap perlu untuk dapat meningkatkan kesadaran para pelaku usaha makanan laut akan pentingnya mutu produk yang mereka hasilkan.

"Organisasi-organisasi ini nantinya dapat meningkatkan kesadaran para pelaku usaha. Kami dari lembaga sertifikasi mendukung penuh peran masyarakat, termasuk terbentuknya IFSI, untuk mendorong peningkatan daya saing produk Indonesia di negara yang dituju," kata Arifin.

Terdapat beberapa pembicara mancanegara yang hadir dalam peluncuran IFSI serta turut menyuarakan pentingnya keamanan pangan. Beberapa diantaranya adalah CEO Malik Institute Swiss Constantin Malik, Pakar Legal dari Belanda Jos van der Wist, serta Pakar Keamanan Pangan dari Belanda Ronald van den Heuvel.



Sumber: BeritaSatu.com