Pertamina Power Indonesia Bidik Sejumlah Proyek Bergengsi

Pertamina Power Indonesia Bidik Sejumlah Proyek Bergengsi
Ilustrasi salah satu proyek yang dikerjakan oleh Pertamina Power Indonesia (PPI). ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. Pertamina Power Indonesia )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 22 Oktober 2019 | 10:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Direktur dan CEO Pertamina Power Indonesia (PPI), Ginanjar, menyatakan, pihaknya selalu melandaskan kerja sama antar perusahaan maupun antar bangsa dalam posisi yang setara. Kolaborasi yang terbangun tidak atas dasar superioritas. Antar bangsa maupun perusahaan memiliki rasa hormat dalam menjalankan kolaborasi bisnisnya. Contohnya proyek di Bangladesh.

Baca Juga: Kolaborasi PPI dan IP Garap IPP Jawa-1

Kolaborasi tersebut diinisiasi oleh Pertamina Power Indonesia (PPI) dan partner lokal. Seiring berjalannya waktu, turut mengundang anggota konsorsium ketiga untuk bergabung, yaitu satu perusahaan Jepang. Dalam dinamikanya, berkali PPI mendapat pertanyaan dan harus menangani upaya-upaya mengecilkan peran dan bagian partner lokal oleh partner yang lain. Sering ada pertanyaan mengenai pelibatan partner lokal. Ia mengatakan dengan jawaban yang simpel, yakni perusahaan tersebut telah memperkenalkan PPI dengan Bangladesh.

"Secara etika dan moral, kita tidak bisa hanya mengambil manfaat dari orang lain dan meninggalkan mereka pada saat kita merasa lebih besar dan tidak lagi membutuhkan mereka,” kata Ginanjar dalam keterangan persnya yang diterima Beritasatu.com, Selasa (22/10/2019).

Ilustrasi Pembangkit Listrik

Baca Juga: PLN Siapkan Lima Lapis Pasokan Listrik

Ginanjar menyebutkan, Bangladesh merupakan proyek yang bagus, baik dari segi keekonomian maupun kontrak Power Purchase Agreement (PPA). Namun, menurutnya, pihaknya harus merestrukturisasi terlebih dulu. "Ada beberapa isu critical yang harus diselesaikan supaya proyek dalam kondisi baik dan berjalan mulus ke depannya,” jelasnya.

Selain proyek tersebut, kata Ginanjar, ada 2 proyek lainnya yang menjanjikan, yakni proyek renewable. "Ini adalah energi masa depan yang menantang dan wajib untuk perusahaan tekuni," tambahnya.

Ginanjar menyebutkan, proyek lainnya tersebut adalah perusahaan masuk dan mengembangkan kawasan ekonomi atau kawasan industri. "Kita ciptakan pasar. Pada saat ekonomi mengalami pelambatan, kita justru harus menciptakan pasar untuk mendorong ekonomi kembali ke track," kata Ginanjar.

Adapun proyek berikutnya yang akan digarap perseroan adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) Tanggamus dan Bintuni. Dalam kesempatan tersebut, perusahaan sudah mengirimkan surat ke Kementerian Perindustrian (Kemperin) mengenai minat pengembangan Proyek Petkim Bintuni. Adapun proyek di luar negeri lainnya yang potensial digarap adalah Myanmar dan Vietnam.

Ginanjar mengatakan ada beberapa calon mitra mengajak Pertamina Power Indonesia ke Myanmar dan Vietnam. "Myanmar sangat menarik untuk perusahaan karena ekspansi tersebut sejalan dengan ekspansi portofolio bisnis LNG Pertamina di negara tersebut," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com