Barata Ekspor Komponen Pembangkit Listrik ke Inggris

Barata Ekspor Komponen Pembangkit Listrik ke Inggris
Prosesi pelepasan ekspor komponen pembangkit listrik tersebut di Pabrik Komponen Turbin Divisi Pembangkit PT Barata Indonesia (Persero), Cilegon, Kamis (24/10/2019). ( Foto: Dok. Barata Indonesia )
Amrozi Amenan / FER Kamis, 24 Oktober 2019 | 22:41 WIB

Banten, Beritasatu.com - PT Barata Indonesia (Persero) kembali mengekspor komponen pembangkit listrik Condenser dan LP Outer Casing ke Inggris. Prosesi pelepasan ekspor komponen pembangkit listrik tersebut berlangsung di Pabrik Komponen Turbin Divisi Pembangkit PT Barata Indonesia (Persero), Cilegon, Banten, Kamis (24/10/2019).

Rencananya kedua produk pembangkit listrik tersebut akan digunakan pada pembangkit listrik Keadby 2 Power Station yang memilki kapasitas 840 MW. Proses pengerjaan dua komponen pembangkit listrik tersebut telah berlangsung sejak akhir Desember 2018 dan memakan waktu 20.000 jam kerja.

Direktur Utama Barata Indonesia, Oksarlidady Arifin mengatakan, konsistensi Barata Indonesia dalam melakukan ekspor komponen pembangkit ke luar negeri ini membuktikan bahwa produk-produk tanah air juga mampu bersaing dengan produk luar negeri serta memiliki kualitas yang tak kalah baik.

"Sebagai perusahaan BUMN saya berharap Barata Indonesia dapat terus meningkatkan ekspor produk-produk andalannya. Selain untuk menambah Devisa negara juga untuk semakin memperkuat peran industri lokal tanah air," ujar Dady.

Selain ekspor ke Inggris, Barata Indonesia dalam sepekan ini juga melakukan ekspor ke Jepang yakni Kamisu Biomass (1 x 50 MW) Power Plant serta untuk Hsinta Power Plant ke Taiwan. Sementara pada akhir Oktober 2019, Barata Indonesia juga akan melakukan ekspor Condenser ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Dengan demikian perseroan telah melakukan ekspor komponen pembangkit listrik ke berbagai belahan dunia untuk Condenser dan LP Outer Casing (Brasil, Argentina, Rusia dan Pakistan), komponen Blade Ring ( Panama, Argentina, Brasil, dan Pakistan ), Inner Casting (Bangladesh dan Australia) serta Combustion Chamber (Taiwan).



Sumber: Investor Daily