Mulai 2030, Toyota Agresif Garap Pasar Mobil Listrik

Mulai 2030, Toyota Agresif Garap Pasar Mobil Listrik
CEO Toyota Motor Corp Akio Toyoda saat mempresentasikan transformasi bisnis Toyota di Tokyo Motor Show (TMS) 2019, Tokyo, Jepang, Rabu, 23 Oktober 2019. ( Foto: Investor Daily / Abdul Aziz )
Abdul Aziz / AO Jumat, 25 Oktober 2019 | 14:56 WIB

Tokyo, Beritasatu.com - Pabrikan mobil terbesar di dunia, Toyota Motor Corp,  bakal lebih agresif menggarap pasar mobil listrik pada 2030. Toyota juga akan mematok target yang lebih ekspansif pada 2050 untuk program pengurangan emisi.

“Kami bangga telah menetapkan target agresif untuk penjualan kendaraan listrik pada 2030. Bahkan target yang lebih agresif untuk pengurangan emisi pada  2050. Ini mencerminkan keyakinan kami pada potensi kendaraan listrik, serta komitmen kami untuk  mengatasi hambatan dalam memperkenalkannya secara lebih luas,” kata Wakil Presiden Eksekutif Toyota Mitsuru Kawai di sela perhelatan Tokyo Motor Show (TMS) 2019, di Tokyo, Kamis (24/10/2019) malam.

 

Mitsuru Kawai mengungkapkan, Toyota telah menunjukkan kemajuannya dalam proses peralihan menjadi perusahaan mobilitas global sebagaimana dicanangkan produsen otomotif itu pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2018. Visi menjadi perusahaan mobilitas global diwujudkan Toyota berdasarkan filosofi mobility for all. “Kami telah menunjukkan visi kami yang jelas untuk produk dan layanan mobilitas terintegrasi,” tegas dia.

 

Demi menjadi perusahaan mobilitas global, menurut Mitsuru Kawai, Toyota menjadikan elektrifikasi kendaraan sebagai pusat transformasi. “Dalam TMS 2019, Toyota menunjukkan kemajuannya dalam proses peralihan menjadi perusahaan mobilitas global yang dibangun berdasarkan filosofi mobility for all,” ujar dia.

 

Dia menambahkan, lewat demo produk baru dan pratinjau rencana mobilitas penyelanggaraan Olimpiade dan Paralimpiade 2020 di Tokyo, Toyota  telah mampu menampilkan visinya mengenai produk dan layanan mobilitas terintegrasi.

 

Olahraga dan membuat mobil, kata Mitsuru Kawai, sangat mirip. Agar  menjadi lebih kuat, para  atlet berlatih untuk  menjadi lebih baik setiap hari. “Ini adalah continuous improvement yang merupakan prinsip dasar Toyota Way. Kami bangga berbagi kemajuan  dan komitmen berkelanjutan kami untuk membuat mobil yang lebih baik,” tutur dia.

 

Empat Kunci 

 

Sementara itu, Presiden Toyota Motor Corp  Akio Toyoda mengemukakan,  transformasi Toyota menjadi perusahaan mobilitas  dibangun berdasarkan pemahaman terhadap empat teknologi kunci dan tren masyarakat, yakni jaringan yang terhubung, otomatisasi, layanan bersama, dan elektrifikasi. “Keempat kunci tersebut  bersinergi untuk membuka kemungkinan baru mobilitas yang melampaui batas mobil saat ini,” ujar dia.

 

Kemajuan Toyota dalam mencapai sasaran tersebut, kata Akio Toyoda, ditampilkan secara lengkap di TMS  2019 yang digelar pada 23 Oktober hingga 4 November. “Pada TMS 2019, Toyota memperkenalkan e-Palette dengan konsep mobility as a service serta mencetuskan fokus baru pada produk dan layanan yang dirancang untuk memperluas kebebasan bergerak bagi semua orang,” ucap dia.

 

Toyoda menjelaskan, selain model mobil baru yang lebih baik, seperti Yaris yang serba baru, line-up Toyota  menawarkan serangkaian kendaraan elektirifikasi baru yang siap menembus pasar. Juga Mirai generasi terbaru yang dapat mengantarkan teknologi elektrifikasi berbasiskan fuel cell dari platform baru menjadi sebuah platform yang mampu bersaing.

 

“Kami pun menghadirkan  Ultra-Compact BEV, sebagai solusi mobilitas jarak pendek untuk semua kalangan, mulai kalangan  lanjut usia hingga bisnis dan pemerintah, serta sejumlah platform mobilitas mikro bertenaga baterai lainnya,” papar dia.

 

Toyoda menegaskan,  produk-produk baru tersebut  didukung jaringan kemitraan yang terus berkembang, dengan produsen baterai yang akan membantu memenuhi permintaan yang meningkat di masa depan.

 

“Elektrifikasi kendaraan adalah pusat dari transformasi kami menjadi perusahaan mobilitas global. Berbagai kendaraan berbasis listrik kami telah memosisikan Toyota untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan mengurangi emisi CO2,” tandas Toyoda.

 

Bukan Mengganti

 

Menurut Chief Executive Officer (CEO) Toyota Research Institute Gill Pratt, Toyota juga berhasil mengintegrasikan powertrain listrik dengan sistem mobilitas otonom dan terkoneksi untuk mengembangkan platform layanan bersama. Proyek ini bakal  diuji pertama kali selama perhelatan olahraga Olimpiade dan Paralimpiade tahun depan. 

 

“Bukan hanya sebuah konsep, e-Palette akan menyediakan opsi transportasi elektrik dan otonom berdasarkan konsep mobility as service bagi para atlet dan staf di area perkampungan Olimpiade dan Paralimpiade,” tutur dia. 

 

Dia menambahkan, LQ, yang diluncurkan  Toyota di CES 2017 sebagai concept-i, akan memperlihatkan bagaimana perpaduan yang kuat antara mengemudi otomatis SAE level 4 dan kecerdasan buatan dapat memperkuat hubungan antara mobil dan pengemudi. 

 

Teknologi  serupa, kata Gill Pratt, akan diadopsi pada produk yang lebih kecil, termasuk serangkaian platform robot yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan orang, terutama orang lanjut usia atau penyandang  disabilitas.

"Di Toyota, kami memahami pentingnya mengembangkan teknologi baru untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan hanya untuk menggantinya," ujar  Gill Pratt.



Sumber: Investor Daily