Jangkau Pasar Lebih Luas, ST24 Kembali Layani Transaksi Digital

Jangkau Pasar Lebih Luas, ST24 Kembali Layani Transaksi Digital
Sam Darma Putra (kiri), Reynold P (tengah), dan Muhammad Abdullah berkolaborasi membentuk badan usaha baru PT Cipta Solusi Aplikasi (CSA) yang menaungi merek ST24 yang diluncurkan di Bekasi, Sabtu, 26 Oktober 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Rully Satriadi / RSAT Sabtu, 26 Oktober 2019 | 22:48 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - PT Cipta Solusi Aplikasi (CSA) meluncurkan aplikasi ST24 sebagai end to end system yang memungkinan perusahaan maupun perorangan menyediakan layanan transaksi digital.

Layanan transaksi digital itu meliputi pengisian pulsa, token listrik, pembayaran tagihan, dan pengiriman uang.

"Kami sedang mengembangkan agar aplikasi ini juga dapat dimanfaatkan untuk membeli tiket pesawat," kata CEO ST24, Muhammad Abdullah dalam peluncurannya di Bekasi, Sabtu (26/10/2019).

Abdullah menambahkan, ST24 telah ada sejak 2006 silam, dan aktif beroperasi melayani penyedia layanan seperti Telkomsel, XL pada 2008. Kini ST24 kembali menghidupkan diri untuk menjangkau pasar yang lebih luas dimulai dari sektor terkecil.

"Jadi kalau yang punya konter kecil, di gang, tidak perlu khawatir lagi. ST24 menyediakan kesempatan dan peluang yang sama, supaya kita semua bisa punya pasar di seluruh Indonesia," jelas Abdullah.

Dengan ST24, imbuh Abdullah, para pengusaha seluler skala mikro maupun pulsa, dapat mengkoordinir usahanya sendiri hanya melalui gawai. Laju transaksi juga dapat dilihat secara real time.

ST24 juga memberikan fasilitas berupa 3 situs kepada pengguna. "Jadi kalau transaski di web pertama penuh dan down, bisa pakai web yang kedua, dan seterusnya," tukas Abdullah.

Salah satu yang membedakan ST24 dengan pengembang yang lain ialah adanya fitur ST24-Open-API. Dengan fitur itu, pengguna dimungkinkan untuk menyelaraskan data ke dalam satu platform.

"Semua sudah disediakan dalam satu platform ST24. Jadi tidak perlu lagi khawatir dan was was menunggu konfirmasi pengembang kalau ada transaksi gagal atau pending, karena kita bisa langsung cek sendiri, semua real time," pungkas Abdullah.

 

 



Sumber: Suara Pembaruan