PLN Gratiskan Pengisian Daya Kendaraan Listrik

PLN Gratiskan Pengisian Daya Kendaraan Listrik
Konvoi kendaraan listrik melintas di kawasan Bunderan HI , Jakarta, Jumat 20 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Rangga Prakoso / FER Minggu, 27 Oktober 2019 | 20:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jalan Jenderal Sudirman menuju Bundaran Hotel Indonesia dilaporkan padat merayap dan senyap. Motor, mobil, taksi dan bis melaju perlahan tanpa ada suara deru mesin maupun bising knalpot. Bahkan kondisi udara pun nyaman bagi pejalan kaki lantaran kendaraan tersebut tak mengeluarkan gas buang.

Baca Juga: Anies Sebut Kendaraan Listrik Solusi untuk Polusi Jakarta

Laporan kondisi lalu lintas itu merupakan pantauan beritasatu yang hadir dalam acara Karnaval Jakarta Langit Biru. Motor, mobil, taksi dan bis yang memadati jalan Jenderal Sudirman itu merupakan kendaraan berbasis baterai atau biasa dikenal kendaraan listrik. Mungkin kondisi seperti ini bakal terjadi di Jakarta dalam beberapa tahun ke depan.

Karnaval ini digagas oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT PLN (persero) sebagai upaya mengajak masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik. Tujuan kampanye ini agar Jakarta menjadi kota ramah lingkungan, kualitas hidup meningkat, serta kualitas udara baik bisa tercapai.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Ikhsan Asaad, mengatakan pihaknya mendukung penuh program Jakarta Langit Biru.

"Kami mengajak masyarakat Jakarta beralih menggunakan kendaraan listrik menjadikan Jakarta bersih dan mengurangi impor bahan bakar minyak," kata Ikhsan dalam sambutannya di Jakarta, Minggu (27/10/2019).

Baca Juga: Anies Dorong Penggunaan Kendaraan Bebas Emisi

Ikhsan menuturkan, pemilik kendaraan listrik tak perlu kuatir bila kehabisan daya. Pasalnya, PLN akan meluncurkan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) pada Senin (28/10/2019) esok. Dia mengungkapkan, stasiun pengisian daya itu antara lain bakal ditempatkan pada pusat perbelanjaan. Bahkan pengisian daya diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

"Sementara dikasih gratis sampai Desember, sambil menunggu ketetapan tarif dari Kementerian ESDM," ujarnya.

Dikatakannya, besaran tarif pengisian daya masih dibahas bersama pemerintah. Dia belum bisa membeberkan lebih lanjut besarannya lantaran mempertimbangkan tingkat pengembalian modal. Namun, dia menegaskan, tarif pengisian daya kendaraan listrik dipastikan lebih murah ketimbang pengisian kendaraan berbasis BBM.

"Kalau (tarif) Rp2.000/kWh kan masih jauh dari harga Pertalite. Tapi kami masih menunggu seperti apa ketetapan pemerintah," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com