Inovasi Pertamina EP Hasilkan Kualitas Gas Terbaik

Inovasi Pertamina EP Hasilkan Kualitas Gas Terbaik
Pusat Produksi Gas Pertamina EP. ( Foto: Antara/Zabur Karuru )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 28 Oktober 2019 | 10:09 WIB

Karawang, Beritasatu.com - PT Pertamina EP melalui Asset 3 Tambun Field melakukan inovasi dengan membuat suatu metode dan alat yang dapat dipergunakan sebagai adsorber kandungan hydrogen sulfide (H2S) yang disebut camputan burket (bubur lengket). Alat ini membuat kualitas gas lebih baik sehingga menghemat Rp 2,69 miliar per tahun.

GM Pertamina Asset 3 Wisnu Hindadari mengatakan, Asset 3 Tambun Field mempunyai wilayah operasi di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang, dengan produksi minyak 1.799 BOPD dan gas sebesar 34,88 MMSCFD. Dalam proses produksi di Tambun Field, tingginya impurities (zat pengotor) gas berdampak pada kualitas gas karena adanya kandungan H2S yang fluktuatif.

Untuk mengatasi masalah ini, Tambun Field menggunakan chemical H2S scavenger melalui metode injeksi. Upaya mengatasi impurities H2S tersebut dengan mencari alternatif bahan yang dapat menghilangkan H2S baik secara abdorbsi maupun secara reaksi kimia. “Dari studi literatur yang dilakukan ditemukan beberapa bahan/material yang dapat bereaksi dengan H2S,” ujar Wisnu Hindadari dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (28/10/2019).

Selain itu, inovasi yang dilakukan adalah redesign vessel idle (over capacity asset) menjadi multi ports spreading scrubber system sebagai media perfect contact antara gas yang mengandung H2S dan slurry (bubur).

Menurut Wisnu, inovasi ini berpotensi untuk replikasi di lokasi lain yang memiliki permasalahan H2S sejenis. Sistem ini didesain sehingga sistem operasi produksi di Stasiun Pengumpul (SP) Tambun eksisting tidak terganggu dan volume produksi gas yang dialirkan ke konsumen tetap terjaga. “Sistem tersebut merupakan ide dari tim di Tambun Field,” ujar Wisnu Hindadari.

Dia menjelaskan, Pertamina EP Asset 3 awalnya mencari alternatif solusi masalah kandungan H2S yang tinggi di Tambun Field. Pasalnya, ambang batas yang diperbolehkan untuk perjanjian jual beli dengan konsumen sebesar 8 ppm.

“Tim kami melakukan studi literatur bahan-bahan yang dapat mengadsorbsi dan bereaksi secara kimia dengan H2S. Selanjutnya dilakukan riset dan uji coba terhadap bahan-bahan tersebut dan menemukan campuran yang paling efektif sebagai adsrober,” ujar Wisnu Hindadari.

Wisnu menjelaskan bahwa vessel adsorber H2S sudah diimplementasikan sejak April 2019 dan berhasil menurunkan ketergantungan Chemical H2S Scavenger dari 250 L/day menjadi 100 L/day. Karena itu, Pertamina EP Asset 3 Tambun Field dapat melakukan penghematan chemical Adsorber dari 250 L/day menjadi 100 L/day atau penghematan sebesar Rp 1,42 miliar serta penghematan biaya vessel. “Kami menggunakan Vessel yang dimodifikasi, bukan menggunakan Vessel yang dibeli sebesar Rp 1,275 miliar sehingga secara total penghematan per tahun sekitar Rp 2,69 miliar,” ujar Wisnu Hindadari.



Sumber: BeritaSatu.com